Pengemudi Tidak Paham Jalur Penyebab Rombongan Drumband Kecelakaan

News, Headline241 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASANKecelakaan tunggal kendaraan roda empat jenis pick up Mitsubishi L300 dengan nomor polis (nopol) M 8830 terjadi di jalur dua arah. Tepatnya di Jalan Raya Desa Tampojung  Gua Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan. Kendaraan tersebut mengangkut rombongan drumband. Padahal sesuai aturan, kendaraan dengan jenis bak terbuka tidak diperbolehkan membawa penumpang. Hal tersebut diungkapkan Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pamekasan AKP Suryono, Senin (28/8/2023). 

Menurutnya, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) insiden kecelakaan bermula ketika rombongan drumband akan menghadiri undangan karnaval di salah satu sekolah yang ada di Kecamatan Waru. Tepatnya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Waru Pamekasan. Pick up tersebut melaju dari arah Pamekasan menuju Kecamatan Waru. Sebab pukul 07.00 rombongan drumband harus tampil. 

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

“Ada dua mobil yang digunakan untuk menghadiri undangan itu, satu mobil untuk mengangkut orang dan satu mobilnya untuk mengangkut alat drumband yang akan dimainkan, tapi satu mobil yang mengangkut orang ini malah mengalami kecelakaan tunggal. Padahal sudah jelas, dilarang mengangkut orang, tertuang pada pasal 137 Ayat (4) huruf a, huruf b dan huruf c,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Baca Juga:  Penuntasan Proyek Normalisasi Saluran Desa Gelugur Kecamatan Batuan Sumenep Terganjal Anggaran

Pihaknya menjelaskan, rombongan drumband berjumlah 15 orang. Sedangkan korban yang mengalami luka-luka 10 orang. Bahkan, dari puluhan orang terluka, dua di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit lantaran kondisinya cukup kritis. Mayoritas berumur belasan tahun. Kemungkinan besar, insiden kecelakaan terjadi akibat pengemudi belum menguasai lintasan jalan di Desa Tampojung. 

“Dari olah TKP kami menemukan bekas rem yang diperkirakan tidak ada tanda untuk membelokkan kendaraan pada arus jalan yang sudah ditentukan,” jelasnya. 

Sementara itu, Koordinator Drumband warga Desa Akkor Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan Hendri menceritakan, sebelum kejadian pengemudi mengaku kakinya terasa dingin. Sehingga meminta untuk diganti ke temannya. “Sopir ini ada dua, yang satu temannya dan satunya sopir asli,” responnya singkat. 

Baca Juga:  Sekolah Disegel, Siswa SMKN 1 Kalianget Belajar via Daring

Pewarta: KM71

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *