Pengerjaan Dermaga Gili Iyang Terbengkalai

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) BERALASAN: Dermaga Gili Iyang tidak dilanjutkan karena masih menunggu dari opname BPK. 

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pengerjaan Dermaga Gili Iyang dibiarkan mandek. Bahkan, pembebasan lahannya tak kunjung ada penyelesaian. Sehingga kondisi itu membuat sejumlah pihak mempertanyakan keseriusan  Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, terhadap kelanjutan pembangunan Gili Iyang tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Agustiono Sulasno melalui Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Agus Budiyanto mengatakan, kelanjutan pembangunan Gili Iyang masih menunggu pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Setelah dilakukan pemeriksaan, maka dapat dilakukan lelang.

Bacaan Lainnya

” Menunggu opname dari BPK. Akan dilanjut tahun 2021 ini,” katanya, Senin (18/01/2021)

Dikatakan, pembangunan tersebut masih banyak masalah. Termasuk salah satunya juga pembebasan lahan di daerah pembangunan Gili Iyang masih belum juga dibebaskan.

“Meski tidak dibebaskan tidak jadi masalah,”ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dishub Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengatakan, Dermaga Gili Iyang sudah dikerjakan. Namun, karena ambruk sebelum dipakai, akhirnya rekanan yakni, PT. Kolam Intan diputus kontrak. Rencananya memang ditender ulang pada tahun 2020 hingga akhir tahun selesai. Namun, tidak terwujud.

Dikatakan, Proyek tersebut dianggarkan senilai Rp 17 miliar. Saat ini yang terbayar kepada rekanan PT. Kolam Intan sudah 45 persen, yakni sekitar Rp8  miliar dengan pengerjaan 75 persen dan sisa anggaran akan diberikan pada pemenang lelang berikutnya.

Diketahui, pelabuhan Gili Iyang diproyeksikan menjadi pelabuhan berstandar nasional. yang nantinya juga akan menjadi akses menuju Pulau Wisata Oksigen. “Harapannya, pelabuhannya juga diusahakan mengacu pada standar yang ditentukan. Semoga terwujud, pengerjaan tidak mandek,” ucapnya

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep. M.Ramzi terus mendesak agar Dishub serius dalam menyelesaikan pembangunan Dermaga Gili Iyang. Pihaknya berjanji akan terus mengawasi dan menekan agar pengerjaan proyek tersebut sesuai rencana anggaran belanja (RAB).

“Jika tahun 2021 tidak progres berarti OPD sangat tidak serius dalam pembangunan. Maka, kami akan bergerak dan tidak akan tinggal diam,”ucapnya. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *