Pengerjaan Irigasi Lelet, Janji Panggil PU SDA Sumenep

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LAMBAN: Realisasi proyek irigasi di dua desa, yakni Banjar Barat dan Parsanga Sumenep hingga saat ini belum tuntas.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Hingga saat ini, realisasi dua proyek irigasi belum tuntas. Masing-masing, di Desa Banjar Barat Kecamatan Gapura dan Desa Parsanga Kecamatan Kota. Kondisi itu, menjadi perhatian serius wakil rakyat yang duduk di internal Komisi III DPRD Sumenep. Sebab salah satu indikasi belum selesainya pengerjaan irigasi tidak terlepas dari kelalaian pengawasan dari instansi terkait.

Akibatnya, berdampak terhadap progres pengerjaan hingga hasil dari realisasi saluran di daerah Gapura dan Kota. Sehingga akan berlanjut pada tidak optimalnya pemanfaatan irigasi, lantaran menunjukkan kualitas pekerjaan yang buruk. “Seandainya ada kendala langsung dievaluasi. Ini demi progres pengerjaan dan hasilnya,” ujar Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam, Kamis (2/12/2021).

Pihaknya mengaku, sudah mewanti-wanti Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Alam (PU-SDA) untuk melakukan evaluasi setiap tiga hari sekali atau seminggu. Sebab dalam setiap pengerjaan infrastruktur  pasti ada kendala di lapangan. “Ketika ada kendala langsung lakukan rapat evaluasi, terus begitu, maka pasti pengerjaan cepat selesai dan hasil jauh lebih bagus,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Atas kondisi tersebut, Dulsiam berjanji akan melakukan pemanggilan terhadap PU-SDA. Tujuannya untuk mengevaluasi secara tuntas mengenai lambannya penyelesaian proyek irigasi tersebut. Selama ini memang tidak bertindak, lantaran masih disibukkan dengan kegiatan reses. Akan tetapi, kegiatan tersebut saat ini sudah tuntas.

“Pokoknya semua pengerjaan proyek yang menjadi mitra komisi III akan dipanggil dan akan kami evaluasi secara menyeluruh,” janjinya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU-SDA Sumenep Chainur Rasyid melalui Kepala Bidang (Kabid) Irigasi Dedi Falahuddin mengakui, dua proyek irigasi yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) belum selesai. Sebab sempat terkendala dalam pengerjaan. Sehingga mengakibatkan pengerjaan mandek.

“Kami akan menerima konsekuensi dan akan menekan pihak rekanan untuk segera mempercepat realisasi pekerjaan,” responnya.

Sedangkan nominal anggaran DAK untuk saluran irigasi di Desa Banjar Barat Kecamatan Gapura sebesar Rp550 juta. Kemudian untuk Desa Parsanga Rp105 juta. Bahkan sesuai ketentuan Peraturan Menteri (Permen) PU nomor 14/PRT/M/2015 Tahun 2015 tentang Kriteria dan Penetapan status daerah irigasi.

Selain itu, pembangunan saluran irigasi berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2019 dan Perda Jaringan Saluran Irigasi Sumenep Nomor 5 Tahun 2015. Sehingga saluran irigasi diprioritaskan pada lahan pertanian yang memiliki potensi besar sumber mata air untuk dibangun saluran irigasi.

Reporter: Imam Mahdi

Reporter: Totok Iswanto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.