Pengerjaan Jalan Desa Banjar Talela-Taddan Sampang Janggal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) ASAL-ASALAN: Realisasi pembangunan Jalan Desa Banjar Talela-Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang diduga bermasalah.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Realisasi pembangunan Jalan Desa Banjar Talela-Taddan Kecamatan Camplong Sampang tahun 2020 kemarin diduga asal-asalan. Pengerjaan dengan pagu anggaran dari dana insentif daerah (DID) II Rp1 miliar itu, rusak sebelum enam bulan. Hal tersebut diungkapkan anggota tim investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jatim Corruption Watch (JCW) Marzali, Rabu (14/7/2021).

Pihaknya akan melaporkan temuan tersebut ke aparat penegak hukum (APH). Sebab, pengerjaan jalan tidak sesuai dengan bestek. Bahkan, dari selesainya waktu pengerjaan tahun 2020 kemarin pada Februari 2021 sudah rusak. Padahal, masa pemeliharaan terakhir di bulan Juni. Kondisi itu, sangat merugikan negara.

“Kami sudah mengantongi sejumlah data tentang penggunaan anggaran DID II untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). Jadi sesegera mungkin akan kami laporkan. Tinggal menunggu jadwal saja,” ancamnya.

Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkesan melindungi. Sebab, kondisi di lapangan menyatakan belum ada perbaikan terhadap jalan rusak tersebut. Bahkan, adanya program terindikasi tumpang tindih. Sebab, berdasar informasi yang diterima dari warga, jalan tersebut sudah mendapat program pembangunan dua kali dalam setahun dengan pengerjaan yang sama.

“Kami sudah kembali cek ke lokasi, tetapi sama sekali tidak ada perbaikan. Padahal waktu itu, masih ada masa pemeliharaan. Jadi, saya harap pemerintah jangan melindungi, jika tidak sesuai sampaikan saja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sampang Hasan Mustofa membantah keras tentang tudingi melindungi  Cv. Seni Wacana Jalan H. Abdullah Desa Gunung Maddah sebagai pihak kontraktor. Menurutnya, pada tanggal 5 Juni kemarin sudah melakukan monitoring ke lokasi pengerjaan jalan untuk memastikan. Hasilnya sudah dilakukan perbaikan.

Bahkan, sebelumnya memang ada lima titik yang rusak. Sehingga, pihak pelaksana diberikan surat teguran agar pembangunan yang rusak segera perbaiki. Terlebih, pada saat itu masih tahap pemeliharaan. “Kami sudah monitoring, dan yang rusak sudah dilakukan perbaikan semua. Jadi, sekarang ini bagus semua,” bantahnya.

Disinggung mengenai dugaan tumpang tindih pada pembangunan jalan tersebut, dirinya tidak bisa menjelaskan. Sebab, program sebelumnya bukan dari instansinya. Sedangkan, penyebab rusak jalan akibat banyak faktor. Diantaranya, unsur tanah atau lainnya. Sehingga, secara spesifikasi sudah sesuai bestek dengan kualitas bagus.

“Tidak ada sistem pengembalian anggaran dari pihak pelaksana meski pengerjaan tidak sesuai. Saya tidak tahu sebelumnya dikerjakan dari program apa. Kalau peningkatan, semisal dari lapen ke hotmix tidak masalah,” tukasnya. (mal/ito)

Temuan LSM JCW di Lapangan

  • Kondisi jalan rusak sebelum enam bulan
  • Tidak sesuai bestek
  • Tumpang tindih dengan adanya dua program sama dalam setahun

Hasil Pantauan Dinas PUPR ke Lokasi

  • Adanya kerusakan sudah diperbaiki oleh CV pelaksana
  • Tidak mengetahui mengenai dugaan tumpang tindih lantaran program sebelum bukan dari instansinya
  • Tidak ada sistem pengembalian anggaran dari pelaksana meski pengerjaan tidak sesuai

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *