oleh

Pengerjaan Pelabuhan Dungkek, Menjadi Atensi Pemantauan Komisi III DPRD Sumenep

KABARMADURA.ID, Sumenep – Kekhawatiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, terhadap keoptimalan pelaksanaan pembangunan dermaga Dungkek cukup tinggi. Mereka khawatir pekerjaan tidak selesai tepat waktu. Sebab dermaga tersebut merupakan akses utama masyarakat dan dibutuhkan dalam waktu  jangka panjang.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmad Zainur Rakhman menekan, agar pengerjaan dermaga tersebut diseriusi. Utamanya mengenai waktu deadline pengerjaan dan kualitasnya. Pasalnya jika tidak demikian, maka akan terjadi lagi seperti dermaga Gili Iyang, harus dikerjakan ulang lantaran kualitas buruk atau tidak sesuai spek.

“Kami berjanji akan terus mengawasi dinas terkait serta pihak lainnya. Karena, pengerjaan saat ini sudah mulai pemasangan penyangganya,” janjinya, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya, pemasangan penyangga cukup rentan membahayakan terhadap masyarakat, jika tidak sesuai atau ada kekeliruan sedikit maka akan menimbulkan malapetaka. Sehingga, pemasangannya harus ekstra hati-hati. “Dinas Perhubungan (Dishub) juga harus selalu mengontrol. Karena, saat ini masa-masa dimana pengerjaan harus tepat sasaran,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dishub Sumenep, Dadang Dedi Iskandar mengaku, pengerjaan dermaga dungkek sudah dilaksanakan sesuai prosedur. Bahkan, pengawasannya juga dilakukan seoptimal mungkin, dengan sistem bergantian dalam setiap harinya. Menurutnya,  pengerjaan saat ini sudah mencapai 60 persen.

“Mudah-mudahan, akhir tahun sudah selesai. Sehingga, bisa dimanfaatkan, khususnya penduduk Sumenep, maupun luar Sumenep hingga luar Madura. Pengawasan juga kami perketat,” responnya.

Diketahui, berdasarkan pengumuman lelang di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), dengan nilai Pagu paket Rp41.650.000.000,00, serta nilai harga perkiraan sendiri (HPS) paket Rp 41.649.978.478,74. Dana tersebut diyakini sudah cukup untuk pembangunan hingga finishing.  “Untuk dana bantuan keuangan (BK) senilai Rp60 miliar, selebihnya diperuntukkan untuk pembangunan Dermaga Gili Iyang,” tukasnya.

Dijelaskan, proyek tersebut dimenangkan oleh CV Ramadan. Sedangkan dana, bersumber dari anggaran Pemprov Jatim yang dihibahkan sebagai BK pada Pemerintah, Kabupaten Sumenep. Mengenai lebar dermaga seluas 7 meter ditambah 140 meter dari pelabuhan lama. Pengerjaan saat ini sudah pemasangan Beton serta penyanggah pelabuhan di setiap titik.

Dermaga itu nantinya multi fungsi. Selain untuk tempat sandar kapal yang hendak menuju ke pulau Kangayan, Sapudi, dan jurusan Ra’as, juga berfungsi untuk pariwisata, termasuk pengembangan perekonomian. “Pembangunan itu diproyeksikan menjadi pelabuhan berstandar Nasional. Mengingat, dermaga Dungkek ini juga akan menjadi akses menuju wisata oksigen di Gili Iyang,” tegasnya. (imd/ito)

Komentar

News Feed