Pengerjaan Program Fisik Lamban

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DIKERJAKAN-Hingga saat ini hanya ada dua gedung atau pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan program fisik di Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep

KABARMADURA.ID, Sumenep -Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep terkesan tidak serius dalam merealisasikan programnya. Sebagian program fisik baru selesai tender dan hanya dua gedung yang sudah finishing.

Kepala DPRKP dan CK Sumenep Moh. Jakfar menyebutkan, dua proyek yang dikerjakan yaitu gedung Polres dua lantai dan pembangunan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Menurutnya, banyak kendala yang mengakibatkan molornya pelaksanaan program fisik.

Bacaan Lainnya

Salah satunya, rekanan masih kekurangan dana. Sebab, untuk awal pengerjaan biaya ditanggung rekanan. Selain itu, minimnya tenaga kerja bangunan yang disebabkan masih bekerja bangunan lainnya.

Sehingga untuk progres proyek yang lain masih berkisar 65 persen. “Semua pekerjaan terus berjalan dan tidak ada yang gagal tender lagi, meskipun sempat ada kemarin, tetapi ada rekanan yang berani dan berjanji akan menyelesaikan tepat waktu, seperti pembangunan di RSUD,” katanya, Senin (26/10/2020).

Tahun ini, proyek yang sudah dipastikan positif dikerjakan berupa, pembangunan Rumah Sakit (RS) Arjasa 3 paket senilai Rp24,2 miliar, Polres Rp4,3 miliar, SMPN 3 Sumenep Rp3,7 miliar, Hemodialisa RSUD dr Moh Anwar Rp4,3 miliar, gedung Dinas PU Cipta Karya Rp3,7 miliar, dan Disparbudpora Rp2,8 miliar.

“Selain itu juga ada proyek renovasi Masjid pemkab, pengembangan kantor pemerintah daerah (pemda) termasuk proyek yang penunjukan langsung senilai Rp100 juta,” paparnya. .

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Sumenep M Ramzi mengatakan, semua proyek fisik yang telah dikerjakan wajib dimaksimalkan dan harus selesai tepat waktu. Ia meminta agar tidak ada pekerjaan yang terpaksa putus kontrak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Politisi Partai Hanura itu menegaskan, anggaran yang digunakan diharapkan tepat sasaran. Sehingga,nantinya tidak ada kekurangan dalam pengerjaannya. “Jangan sampai pengerjaan gagal di pertengahan jalan,” ungkapnya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *