Pengerjaan Proyek JLS Bertahap, Masih Berkutat di Tahapan Manajemen Konstruksi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST FOR KM) SEGERA: Mega proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang diperkirakan menelan anggaran hingga ratusan miliar di Kabupaten Sampang hingga kini tidak kunjung digelar.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Proyek pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Kabupaten Sampang yang digadang-gadang akan dikerjakan mulai tahun ini dan ditargetkan tuntas 2022 mendatang, hingga saat belum digelar. Bahkan, mega proyek yang diperkirakan menelan anggaran hingga ratusan miliar itu masih berkutat pada tahap konsultan manajemen konstruksi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sampang Moh. Zis mengatakan, tahapan konsultan manajemen konstruksi cukup penting. Sebab ketersediaannya akan membantu dinas dalam segala hal. Sehingga pengerjaan JLS itu, harus dilaksanakan secara bertahap.

Menurutnya, proyek JLS itu dilaksanakan secara multiyears. Tahun ini anggaran yang disiapkan sekitar Rp50 miliar untuk pengerjaan urugan, sedangkan tahun selanjutnya sekitar Rp150 miliar untuk pengerjaan jalan dan jembatan layang. Sehingga dalam waktu dekat sudah akan dikerjakan.

“Saat ini progres JLS ini masih tahap konsultan manajemen konstruksi, setelah ini diadakan tender terbuka untuk memilih rekanan yang akan menggarap urugan pasir dan batu (sirtu),” ujarnya, Senin (18/10/2021).

Pihaknya membeberkan, terdapat tiga desa dan satu kelurahan yang terdampak pengerjaan mega proyek JLS. Masing-masing,   Desa Aeng Sareh Kelurahan Karang, Desa Patarongan, Desa Pangongsean Kecamatan Torjun. Untuk pembangunan jalannya, akan menggunakan hotmix dengan total panjang mencapai 7,4 kilometer (km).

“Yang akan kami kerjakan panjangnya 6,4 km, karena yang 1 km ini merupakan akses jalan makbul, kami hanya mengerjakan sisanya saja dan  proyek ini juga dilengkapi dengan jembatan layang sekitar 500 meter,”  bebernya.

Lanjut Moh. Zis,  untuk total anggaran proyek JLS mencapai Rp200 miliar lebih yang bersumber dari dana pinjaman kepada pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang dicairkan secara multiyears contract (MYC). Proyek JLS itu dinilai sangat penting. Sehingga harus segera terlaksana.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *