Pengerjaan Proyek Pemeliharaan Jalan Gili Raja Terancam Labrak Deadline, Legislatif Ancam Jewer PU Bina Marga Sumenep

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LAMBAN: Paket proyek yang bersumber dari APBD murni terancam labrak deadline.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Pemeliharaan jalan di Gili Raja Sumenep hingga saat ini belum selesai. Bahkan, pengerjaanya terancam labrak deadline. Sebab, berdasarkan catatan di Dinas Pekerjaan Umum (PU)  Bina Marga Sumenep capaiannya masih sekitar 39 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Dinas PU Bina Marga Sumenep Slamet Supriadi mengakui pemeliharaan jalan secara berkala masih belum selesai dikerjakan. Selain bahan material yang menjadi kendala, juga adanya curah hujan yang sering terjadi.

Dikatakannya, proyek pemeliharaan jalan di Gili Raja merupakan proyek yang anggarannya bersumber dari APBD murni. Kendati pengerjaan masih belum mencapai 50 persen namun pihaknya optimis sesuai target yang ditentukan.

”Tetap berusaha agar pengerjaan proyek yang dianggarkan Rp1,2 miliar tersebut berlanjut hingga selesai. Saat ini masih proses, jika labrak deadline akan segera diputus kontrak,” ujarnya.

Slamet menegaskan, waktu kontrak pada pertengahan Desember 2021 mendatang. Saat ini pengerjaan masih sekitar 39 persen. Ada waktu 15 hari untuk menyelesaikan proyek tersebut.

“Solusi terbaik saat ini, kami akan tekankan pada kontraktor untuk dikerjakan siang dan malam, percepatan terus akan kami genjot,” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi menekankan agar dinas terkait lebih serius dalam hal pengawasan pengerjaan proyek. Pihaknya menyayangkan ketika anggaran itu murni dari APBD, sementara pengerjaanya menjelang akhir tahun masih belum selesai.

“Jika labrak deadline berarti perlu dievaluasi nanti. Masak pengerjaan dari APBD murni hingga saat ini belum selesai. Alasan apapun ini bukti kelalaian dinas terkait,” tegasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan