Pengerjaan Proyek RSUD Abuya Diduga Tidak Sesuai RAB, Legislatif Bakal Ajukan Uji Lab

  • Whatsapp
(FOTO: KOMISI III FOR KM) DISOROT: Pengerjaan proyek RSUD Abuya di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean menjadi atensi serius legislatif. 

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Pengerjaan proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abuya di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean terus menjadi pembahasan hangat di kalangan legislatif. Mulai dari soal ketidaksesuaian dengan rencana anggaran biaya (RAB) sampai rencana pengajuan uji laboratorium.

Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep M. Ramzi mengatakan, ada beberapa catatan hasil evaluasi dari pemanggilan terhadap Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta karya (DPRKP dan CK) Sumenep dan rekanan. Di antaranya pengerjaan proyek RSUD Abuya dicurigai pengerjaan tidak sesuai spesifikasi.

Temuan yang paling janggal pada bahan besi. Semestinya besi merk steel channel tapi yang dipakai malah HK, kemudian pasir betonnya juga dicurigai memakai pasir lokal. Sehingga, mengakibatkan kualitas pengerjaan tidak bagus.

“Kami sudah rapat bersama OPD dan rekanan dan menyampaikan bahwa pekerjaan di Rumah Sakit Abuya itu memang ada yang tidak sesuai menurut versi kita, atau tidak sesuai dengan RAB,” katanya.

Politisi Partai Hanura itu menegaskan, akan mengajukan untuk dilakukan uji laboratorium untuk memastikan apakah sesuai dengan RAB atau tidak. Dia memprediksi, pelaksanaan uji lab akan dilakukan satu minggu lagi.

“Semoga tidak ada kegiatan lain, kami akan seriusi pengerjaan di RSUD Abuya itu,” jelasnya. 

Bahkan menurutnya, jika hasil lab itu positif tidak sesuai spesifikasi. Maka, pengerjaan wajib dihentikan. Mengingat nilai kontraknya sangat besar. Kemudian, lanjut dia, jika pengerjaan tidak sesuai maka berdampak pada kualitas.

“Jika kualitasnya jelek, maka pembangunan tidak akan awet,” tegasnya. 

Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menjelaskan, proyek pembangunan tersebut ada dua paket. Untuk paket I pembangunan gedung Arjasa tahap II, yakni  pengerjaan gedung administrasi yang nilai kontraknya senilai Rp3.880.880.880,00. Sementara rekanan yang mengerjakan dari CV. Buana Ema Raya.

Untuk paket II nilai kontraknya senilai Rp4.639.672.352,39 untuk pembangunan gedung RSUD Arjasa Tahap II paket II yakni pengerjaan Gedung Irna I. Pengerjaannya dikerjakan oleh CV. Meru Betiri. 

“Kedua paket proyek tersebut waktunya bersamaan. Yakni, tanggal kontrak pada 6 Agustus 2021 dengan waktu pelaksanaan sama-sama 145 hari ,” tegasnya. 

Sementara itu, Kepala DPRKP dan CK Sumenep Moh. Jakfar berjanji, akan siap melaksanakan uji lab. Untuk membuktikan kualitas pengerjaan yang dicurigai tidak sesuai spesifikasi. Selebihnya, akan menunggu rekomendasi dari legislatif terkait pengerjaannya dilanjutkan atau dihentikan. 

“Kami menganggap kesalahan dalam pekerjaan itu merupakan hal sepele. Yakni, bagisting diikat, dan papan nama harus diletakkan di depan dan kesalahan kecil lainnya. itu kan hal sepele. Masak harus menghentikan pekerjaan, kami kira tidak mungkin ” ucap pria yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perikan (Diskan) itu. 

Pria yang akrab disapa Jakfar itu menambahkan, semua kesalahan sudah diperbaiki. Masalah pasir hitam sudah ada di kalianget, tinggal diangkut ke lokasi. Kemudian, terkait dugaan adanya besi yang tidak sesuai dengan spek. Diakuinya pada pelaksanaan besi yang sesuai RAB tidak tersedia di sejumlah toko bangunan.

“Tidak ada proyek yang sempurna, pasti ada kesalahan-kesalahan kecil, selama pekerjaan tidak fatal tetap dilanjutkan,” pungkasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *