oleh

Pengerjaan Taman dari CSR Petronas di Sampang Belum Direalisasikan

Kabarmadura.id/Sampang-Anggaran pengerjaan taman dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Petroliam Nasional Berhad (Petronas) di Kecamatan Ketapang, hingga saat ini belum ada kejelasan. Bahkan belum ada pihak ketiga yang ditunjuk untuk mengerjakan taman  di pantai utara (pantura) tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Konservasi, Rehabilitasi, Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang Imam Irawan mengatakan, untuk pengerjaan taman di Kecamatan Ketapang itu merupakan program dari CSR Petronas. Tetapi, pekerjaannya  diprediksi akan dilakukan di awal tahun 2021.

Ditambahkan, pengerjaan taman yang bersumber dari dana CSR yang dianggarkan tahun ini dan dikerjakan pada tahun  depan tidak menjadi masalah. Hal itu karena program tersebut murni bersumber dari CSR.

“Tinggal menunggu administrasi dari Petronas, karena kami hanya sebagai pengawas  teknis, dan kita lagi review desain,” jelasnya, Selasa (15/9/2020).

Adapun untuk anggaran biasanya cair tiga tahap, yang disepakati untuk tahap pertama sekitar Rp860 juta, dan untuk anggaran tersebut diprioritaskan ke sarana yang paling penting, misal masalah pematangan lahan. Tetapi, anggaran itu sudah cair atau tidak pihaknya mengaku tidak mengetahui, sebab pihaknya hanya sebagai pengawas.

Selain itu, tambah Irawan, pihak ketiga yang ditunjuk untuk mengerjakan program tersebut hingga saat ini dirinya mengaku tidak tahu. Namun terpenting baginya, pihak perusahaan sudah menyiapkan anggaran untuk program tersebut.

“Yang terpenting mereka sudah siapkan dana. Dan untuk program ini nanti akan kita prioritaskan ke sarana, misal masalah lahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Corporate Affairs and Administration (CAA) Petronas Sampang yang tidak ingin disebut namanya menuturkan, untuk taman yang di Kecamatan Ketapang tersebut hingga saat ini memang belum dikerjakan. Namun, pihaknya optimis program tersebut akan dikerjakan tahun ini bukan tahun depan.

Selain itu, hingga saat ini untuk menunjuk pihak ketiga yang akan mengerjakan masih tahap diskusi dengan sejumlah instansi terkait. Adapun untuk anggaran pihaknya belum mengetahui pasti karena anggaran itu langsung dari pusat.

“Pengerjaan itu sedang proses diskusi dengan pemkab, dan untuk anggaran sudah kami siapkan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Koorda Sampang, Abusiri menuturkan, sangat pesimis jika program tersebut yang sampai saat ini belum ada tanda-tanda pengerjaan, apalagi kontraktor yang ditunjuk ini belum ada.

Sehingga dengan ini pihaknya menegaskan, Pemerintah Pemkab  Sampang harus bertanggung jawab selaku leading sektor untuk merealisasikan program tersebut. Sebab, jika nanti pengerjaan dilakukan pada tahun 2021 malah merambat pada program tahun berikutnya.

Ditambahkan, ketika kondisi sampai bulan 9 ini belum ada rencana untuk dikerjakan, maka DLH dalam hal ini harus melakukan jemput bola. Seharusnya desain taman itu diajukan sebelum program itu disepakati, lalu ketika disetujui dana itu akan cair.

“Secara teknis belum ada, jadi saya sangat pesimis jika ini ditarget tahun 2020 bisa dikerjakan, apalagi sekarang sudah bulan 9. Padahal, desainnya diajukan sebelum disepakati,” pungkasnya, (mal/mam).

Komentar

News Feed