oleh

Pengguanaan Bantuan Alat Test PCR Terganjal Minimnya Fasilitas RSUD dr Mohammad Zyn Sampang

Kabarmadura.id/Sampang-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, mendapatkan bantuan dari alat polymerase chain reaction (PCR) dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Sayangnya, bantuan tersebut belum bisa digunakan, lantaran belum ada kesiapan dari pihak rumah sakit.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menguraikan, saat ini bantuan PCR itu sudah ada di RS Mohammad Zyn Sampang. Alaat itu belum bisa digunakan, karena masih proses renovasi tempat dan menyiapkan alat-alat pendukung lainnya.

Dirinya mengaku, bantuan alat PCR itu hasil komunikasi langsung dengan pihak Menkopolhukam. Pihaknya mengaku secara langsung meminta bantuan alat PCR tersebut, sebab, jika harus beli sendiri dengan harga senilai Rp2,5 miliar, pihaknya mengaku tidak mampu.

“Kemungkinan untuk pengoperasiannya baru bisa dilakukan dua pekan atau 15 hari kedepan, karena saat ini tempatnya masih sedang direnovasi dan menambah sejumlah fasilitas pendukungnya,” ujar H. Slamet Junaidi, Minggu (28/6/2020).

Dirinya menjelaskan, bantuan alat PCR itu sangat membantu, karena jika ada warga Sampang yang harus dilakukan test swab tidak perlu lagi menunggu waktu antrian yang cukup lam.

Pihaknya mengklaim sumber daya manusia (SDM) untuk pengoperasian alat tersebut sudah siap. Bahkan tim yang bertugas untuk melakukan swab itu sudah mendapatkan pengarahan.

“Tentunya dengan adanya alat swab ini bisa mempercepat penanganan Covid-19. Kedepan kami tidak ingin ada masyarakat yang harus menunggu lama untuk mengetahui hasil swabnya. Kami harap masyarakat dapat terlayani dengan baik dan maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Ditektur RSUD Mohammad Zyn Sampang yang dikonfirmasi melalui Bidang Pelayanan dr. Iin menegaskan, pihaknya masih melakukan persiapan lingkungan, persiapan anggaran untuk menyiapkan alat-alat pendukung lainnya, AC ruangan, pembuangan limbah, penyimpanan reagen dan lain semacamnya.

“Untuk pengoprasiannya masih menunggu kesiapan ruangan dan alat pendukung lainnya, semoga segera selesai,” singkatnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Sampang Moh. Iqbal Fatoni menilai, semangat dan keseriusan gugus tugas dalam melakukan upaya pencegahan, memutus mata rantai dan penanganan penyebaran wabah Covid-19 mulai kendur.

Hal itu dapat dilihat dari rendahnya serapan anggaran untuk program pengendalian penyakit menular. Dirinya mengurai, pagu anggaran yang disiapkan oleh Pemkab untuk program pengendalian penyakit menular mencapai Rp448 juta, tapi hingga kini realisasinya baru Rp95 juta.

Sedangkan untuk kegiatan yang lain, semisal pengadaan alat kesehatan dan semacamnya, realisasinya sudah mencapai Rp3,5 miliar dan Rp1,5 miliar. Terlebih belakangan ini mulai banyak tenaga medis yang menjadi korban ganasnya wabah Covid-19.

“Semangatnya mulai kendur dan terkesan tidak serius lagi menangani wabah ini,” ucap Bung Fafan (sapaan akrabnya).

Dirinya mengajak semua elemen dan stekholder terkait tetap semangat seperti di awal-awal melakukan pencegahan Covid-19. Dia menduga, tim gugus sudah tidak satu frekuensi lagi. Mirisnya, untuk kegiatan yang mengundang kerumunan warga, seperti mantenan, haflatul imtihan dan kerapan sapi yang mengabaikan protokol kesehatan malah dibiarkan, tanpa pengawasan.

Akibatnya lanjut dia, mayoritas masyarakat sudah tidak percaya kepada Pemkab dalam menangani Covid-19. Untuk itu, dirinya menyarankan Pemkab dapat menunjuk salah seorang tokoh agama atau masyarakat untuk terlibat aktif dalam pencegahan Covid-19.

“Kalau hanya tenaga kesehatan yang dituntut bekerja ekstra tapi kegiatan di masyarakat tetap dibiarkan tanpa antisipasi maksimal, otomatis tenaga kesehatan yang menjadi korban, ” kesalnya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kabupaten Sampang Djuwardi mengatakan, keseriusan gugus tugas masih terlihat dengan kesiap siagaan dalam menyediakan ruang rawat isolasi dan penanganan pasien secara maksimal.

Saat ini ketersedian ruang rawat isolasi mencapai 82 ruangan lebih, yakni di RSUD berjumlah 10 kamar, di Balai Latihan Kerja (BLK) 42 kamar dan di SDN Karang Delem I Sampang berjumlah 30 kamar.

“Kami tetap semangat dan bersungguh-sungguh dalam menangani pasien Covid-19 ini,” klaimnya. (sub/pin)

 

 

Komentar

News Feed