Penggugat Lahan Pasar Bringkoning Dikenakan Sanksi

  • Bagikan
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) GUGAT LAHAN: Penggugat dikenakan sanksi lantaran bukti gugatannya tidak kuat

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Gugatan warga atas status lahan Pasar Bringkoning berakhir dengan kekalahan warga. Para penggugat, sebagaimana disampaikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang ditetapkan sebagai pihak yang kalah dan harus menerima sanksi membayar biaya perkara.

Kekalahan gugatan warga tersebut, ulas Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Sampang, Dewa Made Sarwa Mandala, karena penggugat tidak bisa menghadirkan bukti-bukti kuat atas kepemilikan lahan Pasar Bringkoning yang diakuinya sebagai miliknya.

“Untuk proses sebagaimana gugatan biasanya, semua tahapan sudah dilakukan, tetapi dokumen kepemilikannya cacat, atau ada yang kurang. Sehingga, gugatan tersebut tidak dapat diterima, dan berakhir memberikan sanksi kepada penggugat,” ucap Dewa, panggilan akrabnya Kasi Datun Kejari Sampang.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, terdapat warga yang menuntut Pemkab Sampang atas kepemilikan lahan Pasar Bringkoning. Penggugatnya merupakan cucu dari pemilik tanah sebelumnya yang sudah dibeli oleh pemerintah setempat. Namun dari proses jual beli tersebut, baik pembeli maupun penjual belum mensertifikat tanahnya.

Namun, mengingat dokumen atau surat-surat kepemilikan atas lahan tersebut pemda yang pegang, meliputi peta lahan maka, secara otomatis yang lebih awal menempati yang menjadi pemilik lahan tersebut.

“Hingga saat ini lahan itu milik Pemda. Karena, sebelumnya sudah dihibahkan atau dijual oleh kakeknya tapi belum disertifikat. Jadi, gugatan dari cucunya itu tidak diterima karena persyaratannya kurang, malahan diberi hukuman berupa sanksi,” tuturnya, Selasa (2/2/2021).

Sanksi yang diberikan kepada penggugat tersebut membayar biaya perkara sebesar Rp5.290.000 dan sudah diputuskan oleh pengadilan negeri (PN) Sampang, Selasa (26/1/2021).

Adapun yang tergugat dadalamnya meliputi Bupati Sampang, Kepala pasar Bringkoneng, Kadisperindagrin, BPKAD. Yang menggugat cucunya, yakni ahli waris Fathatun.

Baca juga  Pemohon Melonjak, Pendapatan Samsat Meningkat Drastis

Silsilahnya, penggugat itu merupakan cucu dari Doel Afi sedangkan Doel Afi merupakan salah seorang saudara kandung H. Sekri Moerlawi. Sedangkan  silsilah para penggugat Mattari merupakan ayah kandung para penggugat, sedangkan Mattari ini merupakan satu-satunya anak kandung dari Doelafi.

“Cucunya ingin menguasai lahan itu, padahal sudah diberikan tanah diluar pagar pasar oleh kakeknya. Jadi tidak bisa karena ini sudah jelas milik Pemda,” pungkasnya. (mal/bri).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan