oleh

Penggunaan Aceptor IUD di Pamekasan Capai Ribuan Orang

KABARMADURA.ID, Pamekasan- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Pamekasan   hanya merekomendasi kepada 209 bidan untuk melayani pemasangan alat kontrasepsi Intra-Uterine Device (IUD) kepada semua  masyarakat yang tersebar di 13 Kecamatan, Namun untuk kepesertaan Keluarga berencana (KB) baru, per bulan Agustus mencapai 208 orang.

Kepala DP3AKB Pamekasan Yudistinah melalui kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana Soerjati, mengatakan untuk memasang alat kontrasepsi IUD atau spiral tidak sembarang bidan bisa  melakukannya. Akan tetapi bidan yang sudah mengikuti pelatihan.

“Dimana bidan itu jika sudah lulus pelatihan contraseptic technology update (CTU) sudah bisa melakukan pemasangan IUD dan implan atau spiral, jadi sudah ada 209 bidan di Pamekasan dan 11 dokter dan semuanya sudah ada 220,” ungkapnya, Senin (28/9/2020).

Dijelaskan pada tahun 2020 ada dari Bulan Januari hingga Bulan Agustus ada 208 acceptor atau peserta KB baru yang menggunakan alat kontrasepsi IUD. Sedangkan yang aktif menggunakan alat kontrasepsi IUD sebanyak 4.178 orang.

“Sebenarnya alat kontrasepsi IUD ini adalah alat kontrasepsi yang paling bagus, karena alat kontrasepsi ini non hormonal, dipasangnya hanya berupa spiral, dan dimasukan kerahim peserta KB, makanya harus punya lisensi,” urainya.

Diakuinya, untuk pelayanan bidan yang bisa melayani alat kontrasepsi IUD belum merata di 13 kecamatan dan 178 desa di Kabupaten PameKasan. Sebab yang bersertifikasi masih jauh dari kata cukup.

“Jadi untuk Pamekasan masih belum merata dan ini tidak semua bidan mempunyai sertifikat,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Wardatus Sarifah, berharap untuk setiap pelayanan kepada masyarakat harus merata kepada seluruh desa dan kecamatan.

Sebab sudah sepantasnya dinas terkait mengusahakan kebutuhan terhadap pelayanan, utamanya pelayan KB agar tidak ada oknum yang memanfaatkan terhadap kurangnya tenaga kesehatan yang tersertifikasi.

“Kami harapkan untuk ketersediaan SDM  yang tersertifikasi terus ditambah, agar pelayanannya kepada masyarakat optimal,” tukasnya. (rul/ito)

Komentar

News Feed