oleh

Penggunaan Alat Trawl, Satpolair Bangkalan Kecolongan

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Kejadian ditangkapnya nelayan luar Bangkalan yang mencari ikan dengan menggunakan alat tangkap trawl sudah terjadi 6 kali di perairan Arosbaya. Hal itu dikatakan oleh Ketua Kelompok Pengawas Nelayan Arosbaya Bilal Kurniawan. Dia mengadukan hal tersebut ke Kantor Satuan polisi Perairan (Satpolair) Bangkalan bersama rombongan nelayan lainnya.

Dia menuturkan, sebelum melaporkan pihaknya sempat mendapat intimidasi dari nelayan luar Bangkalan tersebut kepada nelayan Bangkalan khususnya di perairan Arosbaya. Diduga para nelayan tersebut berasa dari Lamongan. Intimidasi itu dimungkinkan terkait penangkapan nelayan asal Lamongan yang menggunakan trawl sekitar 10 hari lalu.

“Kami minta petugas Satpolair ini rutin melakukan razia atau patroli menyisir perairan di Arosbaya,” pintanya, Minggu, (11/10/2020).

Dikatakannya, sampai sekarang masih ada nelayan yang masuk dengan menggunakan trawl. Untuk itu, dia mendesak kepada Satpolair Bangkalan agar tidak hanya pembinaan saja bagi pelakunya. Namun, harus ada efek jera bagi nelayan yang menggunakan alat tangkap trawl.

“Kami ada laporan lagi dari nelayan kami, ada 8 perahu nelayan yang masih masuk menggunakan alat trawl dan ada 7 jaring nelayan kami yang hilang,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpolair (Kasatpolair) Bangkalan AKP Ludwi Yarsa Pramono berjanji, meningkatkan patroli di titik-titik lokasi perairan yang diduga dimasuki oleh nelayan luar Bangkalan dengan menggunakan trawl.

“Jadi untuk kami menghimbau nelayan Bangkalan agar diketahui atau ada indikasi terjadinya intimidasi, segera melapor ke petugas terdekat,” ujarnya.

Lanjut dia, adapun di perairan Bangkalan sudah disediakan Kamladu. Sehingga, para nelayan tidak bisa main hakim sendiri ketika ada temuan. Dia meminta, agar dilaporkan secara berjenjang.

“Kami anggota akan segera turun tangan, jadi yang namanya konflik ini akan kami antisipasi,” pungkasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed