Penggunaan Bantuan Kuota Internet untuk Belajar Siswa Perlu Pengawasan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) TERBATAS: Beberapa siswa saat melakukan pembelajaran secara daring di Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Pemberian bantuan kuota internet belajar siswa untuk pembelajaran daring perlu pengawasan Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan. Hal tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menguji efektivitas pembelajaran daring yang selama ini telah berjalan.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menyampaikan, sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, belajar daring harus mulai diawasi, baik efektivitas bantuan kuota atau penggunaannya.

Bacaan Lainnya

“Kita ini kan lagi masa sulit, jadi saya kira bantuan itu harus sesuai kebutuhan,” katanya.

Menurutnya pembelajaran daring yang memang sudah jelas tidak efektif harus mendapatkan pengawasan langsung dan bimbingan orang tua. “Meskipun andainya daring ini memang tidak efektif, tapi setidaknya orang tua bisa mengajari lagi anaknya,” tuturnya.

Selain itu, Nur Hasan juga meminta pihak disdik  terus melakukan koordinasi dengan guru dan orang tua. Tujuannya agar bantuan kuota internet tersebut sesuai tujuan.

“Kalau bantuan ini malah digunakan oleh orangtuanya, namanya sudah tidak efektif,” ulasnya.

Ia berpandangan, jika nanti bantuan kuota kurang, maka akan dievaluasi dan  dilakukan upaya penambahan. Tetapi, menurutnya, jika memang tidak efektif, maka bantuan dialihkan dengan cara lain. “Eman, karena siswa sudah bosan di rumah, akhirnya bantuan ini digunakan untuk kepentingan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Bangkalan Qomaruddin menyampaikan, pihaknya melakukan pendekatan pembelajaran. Bahkan, orangtua bisa melakukan sanksi kepada anak jika enggan belajar di rumah. “Kami sudah minta pengawasan ini, tapi memang belum semuanya sadar,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, tidak semua orangtua siswa bisa setiap hari melakukan pengawasan sebab pekerjaan dan kesibukan yang berbeda. Sehingga pihaknya masih mencari solusi untuk menerapkannya. “Kami nanti akan coba pendekatan lain. Setidaknya, agar belajar daring bisa lebih nyaman,” pungkasnya. (hel/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *