Penggunaan Kata Miskin di Stiker PKH Masih Jadi Polemik

  • Whatsapp
(KM.ISTIMEWA) POLEMIK: Pemasangan stiker PKH sampai saat ini masih jadi bahan perbincangan.

Kabarmadura.id/Sampang-Pemasangan stiker di rumah masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Sampang, sampai saat ini belum bisa direalisasikan. Hal itu disebabkan lantaran penggunaaan bahasa di stiker tersebut masih menjadi polemik.

Staf Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Herri Mulyono mengatakan, pemasangan stiker PKH belum bisa direalisasikan. Adapun kendala tidak bisa direalisasikannya pemasangan stiker tersebut, lantaran sampai sekarang penggunaan kata di stiker tersebut masih jadi bahan perbincangan.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan koordinaai dengan Kementerian Sosial, terkait penggunaan bahasa di stiker KPM PKH tersebut. Sebab menurutnya, rencana pemasangan stiker merupakan permintaan Bupati Sampang.

“Bupati minta untuk penggunaan bahasa di stiker itu ada kata miskinnya, agar orang yang tidak layak menerima program PKH itu merasa malu,” katanya, Senin (9/3/2020).

Dilanjutkan olehnya, terkait permintaan bupati tersebut, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kemensos. Sebab sebelumnya kata dia, Kemensos meminta agar penggunaan bahasa di stiker tidak ada kata miskin.

Kendati demikian, dijelaskannya, adanya kata miskin dalam stiker di setiap rumah KPM PKH, bertujuan untuk memastikan agar PKH di Kabupaten Sampang ini tepat sasaran, sehingga sangat penting baginya di stiker penerim PKH itu ada kata miskinnya.

“Kami yakin penggunaan kata miskin itu pasti disetujui oleh kemensos, karena mempunyai tujuan yang baik,” tutupnya. (mal/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *