oleh

Penghasil Migas, DBH SDA Sampang Terendah se-Madura

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Tidak hanya terendah soal indeks pembangunan manusia IPM, namun Sampang juga terendah dalam jatah bagi hasil pendapatan daerah. Salah satunya di sektor dana bagi hasil (DBH) sumber daya alam (SDA).

Sesuai data Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), DBH SDA di Sampang terendah se- Madura. DBH tersebut merupakan salah satu sumber dari APBD Sampang dari tahun ke tahun.

DBH SDA terbanyak di Madura diperoleh Bangkalan dengan nominal Rp77. 911.384. 465, posisi kedua ditempati Sumenep sebesar Rp77.302.535.725, posisi ketiga tertinggi adalah Pamekasan senilai Rp61.733.027.445. Sementara di Sampang justru terendah, hanya mendapatkan DBH SDA sebesar Rp61.721.431.562.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004, DBH itu terdiri dari hasil kehutanan, mineral dan batubara, perikanan, minyak dan gas bumi (migas) serta panas bumi. Dari salah satu faktor SDA migas, Sampang terkategori sebagai wilayah penghasil.

Anggota Komisi II DPRD Sampang, Agus Khusnul Yaqin membenarkan adanya data itu. Sebab menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan DBH di Sampang terendah. Sehingga perlu ada terobosan baru dari pemerintah. Sehingga tahun berikutnya berada di posisi berbeda soal DBH SDA.

“Dari sektor migas, tahun ini ada penurunan Sumur Oyong di perairan Camplong, kandungan migasnya sudah sedikit. Bahkan tergolong habis. Sementara di Sumur Hidayah II di Ketapang belum eksploitasi. Praktis ada yang menurun dari sektor migas,” katanya.

Sementara di bidang SDA lain, Sampang tergolong masih rendah. Beberapa sumber SDA belum dikelola maksimal. Hal itu, jelas Agus, dibuktikan dengan lemahnya pertumbuhan ekonomi di Sampang. Sehingga menjadi salah satu faktor rendahnya DBH SDA.

“Kenapa di Sampang SDA tidak terkelola baik. Salah satunya akibat banyaknya lahan tidur. Sebab warga Sampang banyak yang merantau. Para pemuda banyak bekerja di perusahaan luar daerah. Sehingga SDA di Sampang tidak terkelola,” katanya.

Kabid Pendapatan DPPKAD Sampang, Khairijah juga senada dengan Agus Khusnul Yakin, bahwa DBH SDA di Sampang terendah. Namun pihaknya menolak memberikan penjelasan. Sebab selama ini pemerintah hanya menerima dari pemerintah pusat. Sehingga tidak mengetahui sistem perhitungan DBH SDA yang dilakukan pemerintah pusat.

“Saya tidak tahu perhitungannya. Sehingga saya tidak bisa berkomentar. Namun sempat dalam pertemuan di Pemerintah Jawa Timur memprotes karena sebagai penghasil migas tapi DBH SDA rendah. Namun saat itu tidak terjawab,” ucapnya. (man/waw)

DBH SDA DI MADURA

Bangkalan Rp77. 911.384.465

Sumenep Rp77.302.535.725

Pamekasan Rp61.733.027.445

Sampang Rp61.721.431.562

 

Komentar

News Feed