oleh

Penghentian Suplai Ayam Jadi Solusi, Komisi II Pastikan Itu Melanggar Regulasi

Kabarmadura.id/Pamekasan – Merosotnya harga ayam potong di Kabupaten Pamekasan membuat kesejahteraan para peternak merosot. Pasalnya, dari biaya produksi sebesar Rp17 ribu ayam potong hanya terjual Rp18 ribu di pasaran. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Ahmad Sjaifuddin, Kamis (27/08/2020).

Menurutnya, sebagai solusi, untuk menekan harga ayam potong agar tetap stabil bisa dengan cara memperkecil suplai ayam potong. Atau dengan meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap ayam potong.

Sebab, merosotnya harga tidak lepas dari banyaknya persediaan. Dampaknya  minim permintaan. “Turunnya harga ini karena persediaan ayam banyak, sementara kebutuhan konsumsi rendah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan Kusairi mengaku tidak bisa melakukan penghentian atau membatasi penyuplaian ayam potong dari luar Madura ke Pamekasan. Sebab dibutuhkan perlindungan hukum untuk bisa melakukan penyetopan.

“Aduh, tidak kalau begitu,” singkatnya.

Sedangkan, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail A Rahim, menegaskan tidak diperbolehkan menghambat perdagangan. Menurutnya, penyetopan suplai ayam potong dari luar Madura merupakan upaya penghambatan perdagangan yang tidak diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Menghambat perdagangan tidak boleh, dan tidak diatur dalam Perda, jadi tidak bisa melakukan itu,” ucapnya.

Dengan demikian, penyetopan suplai ayam potong merupakan tindakan melanggar aturan. Dengan begitu dia berharap Pemkab Pamekasan bisa menghadirkan solusi lain atas rendahnya harga ayam potong.

Menurutnya Pemkab harus menyediakan pasar untuk para peternak ayam potong. “Kita harus menyiapkan pasar untuk para peternak ini, agar ayam ternak bisa kembali laku di pasaran dengan harga yang stabil,” pungkasnya. (ali/ito)

 

Komentar

News Feed