Penginputan Data Vaksin di Sumenep Lelet

  • Whatsapp
KM/IMAM MAHDI LELET: Terkendala jaringan menjadi kendala proses vaksinasi

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Penginputan data untuk program vaksinasi di Kabupaten Sumenep tidak berjalan lancar. Sebab, jaringan telekomunikasi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep sering error dan lelet. Sehingga kondisi itu membuat ratusan tenaga kesehatan (nakes) belum dilakukan vaksin.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumenep Kusmawati mengatakan, jaringan telekomunikasi yang tidak memadai, sehingga saat penginputan data tidak berjalan maksimal.

“Kendala jaringan menjadi masalah terhadap pemberian vaksin untuk tenaga kesehatan saat ini,” katanya, Minggu (7/2/2021)

Hal itu dialami tenaga kesehatan di puskesmas serta RSD, RSI, dan RSUD Sumenep. Sebanyak 2.480 nakes yang akan menerima tetapi sulit jaringan.

“Kondisi terpaksa dialami oleh nakes lantaran jaringan internet tidak maksimal,”paparnya.

Dijelaskannya, dari 2.480 tersisa 1.700 lebih yang tidak dilakukan vaksinasi. Saat ini masih berusaha bagaimana jaringan normal kembali.

“Vaksinasi diperketat. Jika tidak tepat sasaran maka akan dipermasalahkan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” ujarnya.

Kus (Sapaan akrabnya) menambahkan, secara teknis, vaksinasi dibagi tiga sesi, masing-masing 20 orang dalam setiap sesi. Hanya saja karena jaringan lelet, agak lambat. “Selesainya vaksinasi tahap pertama (untuk nakes) masih belum ditentukan,” tegasnya.

Menurutnya, jika tahap pertama selesai, maka dilanjutkan tahap kedua. Hal tersebut tergantung jaringan, jika cepat maka bisa berdampak pada proses vaksinasi.
“Kami akui selama ini proses vaksinasi sangat lambat, karena terkendala jaringan,” ucapnya.

Diketahui, program vaksin berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19. Ada sebanyak 153 vaksinator, di puskesmas disediakan maksimal 5 vaksinator. “Vaksinasi terus berlanjut,” singkatnya.

Sebelumnya, Bupati Sumenep A. Busyro Karim berharap, agar masyarakat tidak takut terhadap vaksinasi. Sebab, vaksin bukan hal yang membahayakan. Tetapi, untuk kekebalan tubuh.

“Vaksin akan membantu masyarakat dalam pencegahan Covid-19,” ucap pria nomor 1 di Sumenep itu. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *