oleh

Pengiriman Garam Berlabel Gula Tidak Terdeteksi Disperindag Pamekasan

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Terkait pengiriman 1.999,400 ton garam berlabel gula dari Pamekasan ke Palembang, memantik pihak PT. Widya Putra Baharidi Kalianget, Sumenep angkat bicara.

Perusahaan jasa bongkar muat  (PBM) itu, mengklarifikasi bahwa pihaknya yang mendapat job untuk memuat barang tersebut ke Kapal Motor (KM) Mandiri 18 di dermaga Pelabuhan Kelas II Branta, Pamekasan pada 7 Juni 2020 lalu.

Direktur PT. Widya Putra Bahari Wira Bagus Dwi Putra melalui Kepala Operasionalnya Prifana Eka Aditya mengatakan, garam berlabel gula tersebut dibeli dari petani di Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Garam yang dikirim ke Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Palembang tersebut, dipesan Shinta Roilan, sebagaimana termuat dalam keterangan manifes KM Mandiri 18 yang dimiliki Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Branta, Pamekasan.

Pria dengan sapaan Didit itu juga membenarkan bahwa pemuatan tersebut atas permintaan seseorang bernama Iik dari Pamekasan. Sedangkan mengenai bungkusnya yang berlabel gula rafinasi milik PT. Makassar Tene, disebut lantaran inisiatif dari petani garam atau yang memesan jasanya.

Didit juga mengaku, perusahaanya sudahbermitra lama dengan Shinta Roilan melalui Iik. Kendati sudah lama bermitra, anehnya Didit tidak mengetahui lebih rinci tentang mitra perusahaanya itu.

Namun disebut bahwa pembelian dilakukan langsung oleh Shinta, sedangkan Iik diplot sebagai koordinator pembelian di lapangan.

“Saya tidak tahu (yang beli perusahaan apa tidak). Ibu Shinta Roilan beli ke petani garam di Pamekasan (Pademawu), habis itu dimuat oleh KM Mandiri 18 ke Palembang. Pak Iik itu koordinatornya,” terangnya kepada Kabar Madura, Kamis (25/6/2020).

Kendati ada penyerapan dalam jumlah besar, serapan garam rakyat di Kecamatan Pademawu itu tidak terdata di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan.

Kepala Disperindag Pamekasan Achmad Sjaifuddin melalui Pendamping Industri Kecil Menengah (IKM) Mariyah mengatakan, pihaknya tidak mengantongi data serapan garam rakyat secara langsung, sebatas laporan dari perusahaan, salah satunya PT. Garindo Sejahtera Abadi (GSA) Pamekasan.

Serapan secara langsung itu, merujuk pada kegiatan yang terjadi pada peristiwa garam berlabel gula itu, yakni pembelian dilakukan atas nama perorangan. Selain itu, staf yang familiar disapa Icha itu menjelaskan, serapan garam rakyat tersebut bukan tupoksi dari Disperindag Pamekasan.

“Tidak ada, hanya laporan yang dari perusahaan. PT. GSA ada,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemberdayaan Budidaya Ikan Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Muzanni mengaku, tidak memiliki update serapan garam rakyat. Dia sebatas mengantongi data hingga Mei. Serapan garam di bulan Juni belum terdata.

Akan tetapi, data Diskan Pamekasan per22 Mei 2020 itu menunjukkan, stok garam rakyat di Kecamatan Pademawu sebanyak 12.332,8 ton untuk tahun 2019 dan 1.061 ton untuk tahun 2018. Laporan itu biasanya diterimanya dua pekan sekali.

“Iya laporan juga ke sini, baik itu diambil pedagang lokal maupun yang dikirim ke luar daerah. Penghimpunan data stok garam bisa melalui orang per orang atau per kelompok. Setelah 22 Mei, belum ada laporan lagi. Lapran akan ada lagi pada akhir Juni,” tutup Muzanni.

Pada 7 Juni lalu, terlihat pengangkutan garam yang dibungkus dengan kemasan gula ukuran 50 kilogram di dermaga Pelabuhan Branta. Garam dalam karung gula itu dipindah dari sejumlah truk ke lambung kapal. Di bagian depan lambung kapal tersebut, teridentifikasi bernama kapal motor (KM) Mandiri.

Aktivitas itu berlangsung beberapa hari, bahkan pada Kamis (11/6/2020) masih ada truk lalu lalang dari Pelabuhan Branta Pamekasan menuju ke Sumenep. Di Sumenep,truk menepi di pinggir Jalan Raya Sumenep, tepatnya di Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep.

Setelah menepi, tidak lama kemudian, beberapa sepeda motor membawa sekitar tiga karung garam berdatangan dan menumpuk muatannya itu di belakang truk. Setelah tumpukan karung cukup banyak, kemudian kuli tersebut mengangkut garam berbungkus karung gula ituke bak truk.(idy/waw)

Stok Garam Rakyat Pamekasan per 22 Mei 2020

Kecamatan PUGAR Harga
Jumlah Kelompok Stok (ton) 2019 Geoisolator (Rp)/ton Tradisional (Rp)/ton
Galis 89 14.050,9 275.000 – 350.000 250.000
Pademawu 72 12.332,8
Tlanakan 3 20,0
TOTAL 164 26.403,7

Sumber: Disperindag Pamekasan

 

 

 

Komentar

News Feed