Pengoperasian Terminal Barang di Pamekasan Terkendala Pasokan Air

  • Whatsapp
(Km; khoyrul umam syarif) SEPI: Terminal barang yang terletak di Jalan Raya Tlanakan Pamekasan tidak kunjung dioperasikan.

Kabarmadura.id/Pamekasan– Pembangunan terminal kargo atau terminal barang di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Pamekasan, sudah selesai sejak tahun 2012 lalu. Namun hingga kini pengoperasian terminal itu belum terlaksana. Dinas Perhungungan (Dishub) Pamekasan berdalih, ketersediaan pasokan air menjadi kendala pengoperasian terminal tersebut.

Menurut Sekretaris Dishub Pamekasan Agus Budi Santoso, rencana pengoperasian terminal barang sudah direncanakan pada tahun 2020, bahkan saat ini pihaknya telah memastikan fasilitas pendukung yang ada di terminal tersebut.

“Itu sebenarnya untuk sarana dan prasarana sudah siap, hanya satu yang masih belum terpenuhi, yakni sarana air bersih,” paparnya, Senin (30/3/2020).

Pihaknya mengaku tidak berani mengambil resiko dengan memaksakan operasional terminal barang. Sebab menurutnya, jika tetap dioperasikan tanpa pasokan air yang cukup, khawatir ketersediaan air akan berdampak pada pelayanan di terminal. Terlebih menurutnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) hanya bersedia untuk mengirimkan satu tangki air setiap harinya, sementara kalkulasi kebutuhan air lebih dari jumlah itu.

“Sementara kami masih menunggu, kebetulan ada kegiatan terkait pipanisai ini mohon dukungannya, semoga segera terealisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Pamekasan Juma’ah mendesak Dishub agar segera memberi kepastian tentang waktu pemanfaatan dari terminal kargo. Terlebih menurutnya, pembangunan terminal kargo tidak menelan anggaran yang sedikit, sehingga harus jelas dampak positif pembangunan terminal tersebut, utamanya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami menyayangkan atas kurang sigapnya Dishub Pamekasan dalam memanfaatkan fasilitas yang sudah terbangun, dari sekitar bebepa tahun yang lalu, artinya segera dioperasikan,” ujarnya.

Dirinya berjanji akan membantu segala hal untuk mempercepat pengeoperasian fasiltas yang sudah terbangun, bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil PDAM untuk mengkonfirmasi ketersediaan air yang ada.

“Kami akan segera memanggil PDAM agar suplay air bisa terfasilitasi,” pungkasnya. (rul/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *