oleh

Pengrajin Desak Gedung Sentra Batik Diresmikan

Kabarmadura.id/Pamekasan– Harapan para pengrajin dan pengusaha batik di Kabupaten Pamekasan untuk bisa memiliki gedung sentra batik hingga kini masih terkatung-katung. Sebab gedung yang sejak awal diproyeksikan untuk sentra batik yang dibangun di Desa Klampar hingga saat ini belum bisa ditempati.

Salah satu pengrajin sekaligus pengusaha batik asal Desa Klampar Abdur Rahman mengungkapkan, para pengrajin batik sangat mengharapkan bisa segera memanfaatkan gedung sentra batiknya. Menurutnya, sudah lebih tiga tahun para pengrajin batik menunggu rampungnya pembangunan gedung sentra batik, namun hasilnya nihil.

“Itu kalau tidak salah sudah tiga tahun pembangunan itu, tapi sampai sekarang belum selesai,” ungkapnya.

Bahkan Rahman menyebutkan, belakangan ini banyak pengrajin dan pengusaha batik yang gulung tikar lantaran batiknya tidak memiliki pangsa pasar yang ideal. Sehingga produk kerajinan khas Indonesia itu menumpuk tidak terjual.

“Sekarang sudah banyak yang berhenti menjadi pengrajin batik, ditambah lagi dengan adanya wabah Covid-19,” keluhnya.

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail A Rahim menuturkan, sudah selayaknya para pengrajin batik memiliki fasilitas khusus. Sebab, Kabupaten Pamekasan dari dulu memiliki banyak label, selain sebagai kabupaten pendidikan, kabupaten koperasi juga sebagai kabupaten batik. Bahkan dengan branding batik di setiap mobil kedinasan pejabat pemerintah, selayaknya telah dikenal sebagai kota batik.

“Kita dikenal sebagai kota batik, tentu kita harus memiliki keistimewaan dengan batik, maka pengrajin dan pengusaha batik perlu diperhatikan,” ucapnya.

Hal itu menurutnya sayang sekali jika para pengrajin batik dan pengusaha batik masih merasa kesulitan di kabupatennya sendiri. Dia berharap pemerintah bisa segera meresmikan gedung sentra batik agar para pengrajin dan pengusaha batik pamekasan terakomodasi.

“Kami harap segera direalisasikan, agar masyarakat bisa segera bisa memanfaatkannya,” harapnya, (ali/mam).

 

Komentar

News Feed