Pengrajin Kopiah asal Sampang Memilih Jual Selempang dan Tas Batik untuk Bertahan dan Merebut Pasar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST FOR KM) TETAP BERTAHAN: Seorang pengrajin kopiah batik di Sampang berani berinovasi dengan berjualan beragam selempang dan tas batik.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Banyak cara yang dilakukan pelaku usaha untuk bertahan di tengah wabah Covid-19 yang berpengaruh besar terhadap penghasilan mereka. Salah satunya yaitu dialami Heri Purwanto, pengrajin kopiah batik asal Sampang, yang memilih jualan selempang, masker, dan tas. Selain itu, ia juga menawarkan jasa bekam kepada masyarakat.

SUBHAN, Sampang

Pria asal Desa Panggung Kecamatan Sampang itu menceritakan, selama dua tahun terakhir, kondisi usaha yang digeluti mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan. Hal tersebut menuntut dirinya  berinovasi dengan memproduksi selempang dan tas batik.

“Untuk bisa bertahan dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya juga membuka pelayanan jasa bekam jika ada yang membutuhkan,  karena sekarang tidak bisa hanya menggantungkan dari hasil usaha kerajinan ini,” ucap Heri Purwanto kepada awak media, Senin (23/8/2021).

Kata dia, pada hari-hari normalnya, ia mengaku dalam sehari bisa memproduksi sebanyak empat kopiah batik, jadi dalam sebulan produksinya bisa lebih 100 kopiah, sesuai pesanan masyarakat.

Sedangkan untuk harga kopiah disesuaikan dengan kualitas batik yang digunakan. Yakni kisaran harga Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Sayangnya selama pandemi Covid-19 itu melanda, pesanan dan omzet yang didapatnya turun drastis hingga 50 persen. Meski demikian, ia memilih untuk tetap bertahan dengan berinovasi dan beralih profesi.

“Sekarang omzet saya tinggal 50 persen dari biasanya, karena saya kesulitan mencari dan menemukan bahan bakunya. Saya tetap bersyukur tidak sampai gulung tikar, berbagai inovasi terus saya lakukan agar tetap eksis dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ulas pria kelahiran tahun 1988 lalu itu.

Heri, sapaan akrabnya, mengaku tidak bisa memenuhi semua permintaan dari pemesan kopiah secara maksimal karena sewaktu-waktu beralih profesi menjadi penyedia jasa pengobatan tradisional bekam. Itu dilakukan untuk menopang kebutuhan hidupnya.

Di sisi lain, ia mengajak para pelaku usaha kecil agar tetap bertahan dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar. “Mari tetap terapkan prokes, agar Indonesia khususnya Sampang kembali berada di zona hijau, sehingga perekonomian masyarakat bisa kembali normal,” harapnya. (sub/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *