oleh

Pengungsi Syiah Asal Sampang Penerima PKH Bertambah

Kabarmadura.id/Sampang-Tercatat sebanyak 66 pengungsi syiah asal Kabupaten Sampang yang masih berada di Rusun Jemundo, Kabupaten Sidoarjo divalidasi data kependudukannya. Alhasil, terdapat puluhan pengungsi itu yang masih memenuhi persyaratan sebagai peneriman manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH) tahun 2020.

Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Sampang Nanang Muldianto mengatakan, setelah divalidasi, dari total 66 pengungsi itu, sebanyak 49 orang yang masih memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan sosial kerakyatan itu.

Sebelumnya, pengungsi syiah yang tercover PKH itu hanya 27 keluarga penerima manfaat (KPM), itu termasuk peserta PKH murni. Tetapi atas intruksi Direktorat Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial  Kementerian Sosial tenaga pendamping di Sidoarjo untuk mendata kembali.

Alhasil, mayoritas pengungsi syiah tersebut, diketahui masih memiliki komponen, akhirnya diusulkan untuk menjadi peserta PKH.

“Mulai tahun ini, ada 49 pengungsi syiah yang tercover PKH, karena masih memenuhi komponen,” ucapnya, Senin (13/1).

Lanjut Nanang, pada tahun 2016 silam, pihaknya pindah ke Sidoarjo, tetapi tidak ada tindak lanjut dari pemerintah pusat dan provinsi, karena para pengungsi itu tidak mempunyai e-KTP Sidoarjo, sehingga dinoneligiblekan.

Tetapi, mulai tahun 2019 kemarin, Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung mengusulkan ke pusat, sebab para pengungsi syiah itu, hanya memiliki pekerjaan yang tidak tetap, maka diusulkan untuk menjadi peserta PKH.

“Sekarang ini, kemungkinan masih diusulkan untuk mendapatkan KTP Sidoarjo, tetapi kalau melihat di buku tabungannya, alamatnya masih di Sampang, nanti verifikasinya dilakukan oleh pendamping yang di sana,” ungkapnya.

Sambung Nanang, setelah para pengungsi syiah tercover bantuan dari pemerintah pusat, maka diharapkan kehidupannya menjadi lebih baik. Selain menjadi peserta PKH, puluhan pengungsi itu juga tercatat sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Kami, ingatkan bagi KPM PKH yang tidak berkomitmen, seperti tidak menyekolahkan anaknya, ibu hamil tidak diperiksakan, maka akan diberhentikan sebagai peserta PKH ini,” ancamnya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Sampang, jumlah KPM PKH mencapai 73.595. Warga yang bisa tersentuh bantuan itu, yakni harus memenuhi empat komponen, di antaranya memiliki anak yang masih sekolah, ada ibu hamil (bumil), masih menyusui dan keluarga miskin. (sub/waw)

Komentar

News Feed