Pengunjung Perpusda Bangkalan Menurun Drastis

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENURUN: Penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat juga berdampak terhadap pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat tidak hanya berdampak terhadap sektor perekonomian. Akan tetapi, peminat literasi juga mendapat imbas dari penerapan aturan untuk meminimalisir peningkatan Covid-19. Faktanya, pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda) kian menyusut.

Pada umumnya, pengunjung mencapai 30 hingga 50 orang per hari di masa pandemi. Saat ini, para pengunjung hanya bisa dihitung dengan jari. Yakni, tidak lebih dari 10 orang. Sebab, daerah dengan slogan sebagai kota salak cukup beresiko tinggi dari sebaran Covid-19. Sehingga, menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat.

“Kadang kala tidak ada pengunjung sama sekali. Kunjungan yang lumayan banyak di hari Jumat. Karena banyak santri yang mampir untuk membaca buku. Tapi, di hari efektif dari Senin hingga Kamis hampir tidak terlihat pengunjung,” ujar Muhlisin salah satu pengunjung Perpusda Bangkalan, Senin (12/7/2021).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bangkalan Latifah membenarkan berkurangnya pengunjung perpustakaan selama peningkatan kasus Covid-19. ”Di masa pandemi, pengunjung turun drastis, sekarang di bawah 10 orang,” tuturnya.

Menurutnya, akses pelayanan literasi kembali tidak bebas. Sebab, pemerintah daerah memberlakukan pembatasan pada jumlah pengunjung perpustakaan. Sebelum adanya peningkatan kasus, jumlah pengunjung yang menikmati ruang baca hampir separuh dari kapasitas yang ada. Namun, mengalami penurunan batas maksimal jumlah kunjungan setiap harinya.

“Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah covid-19. Rencana kami, nanti akan diberlakukan sistem shift. Agar masyarakat bisa menikmati bahan pustaka walaupun mewabahnya virus. Tentunya, setiap pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan (prokes),” tukasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *