Pengurus PMII Sumenep Sebut Percuma Lapor Polisi

(KM/IMAM MAHDI) MENGGEBU: PMII Sumenep tidak terima dengan lambannya penanganan kasus yang dilaporkannya ke Polres Sumenep karena menilai lembaganya seperti dipermainkan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Laporan kasus pencemaran nama baik terhadap Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke Polres Sumenep disebut sia-sia. Sebab, hingga saat ini tidak ada hasilnya. Berangkat dari kenyataan itu, kader PMII Sumenep kembali mendemo Polres Sumenep. Demontrasi itu mereka sebut sebagai aksi jilid II.

Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Sumenep Qudsiyanto mengatakan, kasus pencemaran nama baik PMII Sumenep oleh salah satu media online hingga kini belum menemukan titik terang. Padahal, saat PMII berdemo pada 2 Februari 2022 lalu, Polres Sumenep sudah berjanji memprosesnya.

“Percuma lapor polisi, sampai saat ini tidak jelas, makanya kami lakukan aksi lagi, polres memang sangat lamban dalam penuntasan kasus,” kataya, Senin (23/5/2022).

Bacaan Lainnya

Karena itu, imbuh Qudsiyanto, PMII terpaksa melakukan aksi kembali agar kasus yang dilaporkannya tidak mangkrak seperti kasus yang lainnya.

Kasus lain yang dimaksud, seperti kasus gedung Dinkes Sumenep yang tidak kunjung selesai. Bahkan berkas yang dilimpahkan ke kejaksaan harus bolak-balik tidak lengkap. Selain itu, dia menyebut kasus penembakan pada Herman dan masih banyak lainnya.

“Maka kasus yang terjadi pada kami hampir disamakan dengan kasus yang lainnya. Kami tidak ingin lembaga kami dipermainkan,” tegasnya.

Dia menegaskan, aksi jilid II itu dilakukan agar Polres Sumenep memberikan kepastian hukum terhadap kasus yang dilaporkanya. Kemudian segera memproses salah satu media online dengan profesional berdasar ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya saat dikonfirmasi mengaku masih meminta waktu untuk menyelesaikan kasus yang dilaporkan PMII. Penyidik Polres Sumenep dipastikan telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

“Untuk membantu penyelesaian kasus tersebut, kami telah meminta bantuan dari sejumlah para ahli. Seperti Dewan Pers, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli hukum pidana,” papar AKBP Rahman Wijaya.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Faried Yusuf yang juga menemui massa aksi, mengaku intens menyelidiki mengenai ada atau tidaknya unsur tindak pidana pada kasus itu.

“Penyelidikan ini memerlukan waktu dan keterangan dari pihak-pihak terkait, baik pelapor maupun terlapor. Termasuk juga dari para ahli,” ucapnya.

Sebagai pengingat, pada 31 Januari 2022 lalu, PC PMII Sumenep melaporkan salah satu media online yang diduga mencemarkan nama baik PMII.

Laporan itu dilakukan lantaran media tersebut menulis berita penangkapan pencuri oleh Polres Sumenep dengan judul “Breaking News, Terlibat Pencurian, Dua Aktivis PMII Sumenep Ditangkap Tim Resmob Polres Sumenep”.

Isi beritanya dianggap melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Selain itu, media bersangkutan diduga melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.