Pengusutan Kasus SWP Sampang Berkutat di Penyidikan, Pelapor Mangkir Panggilan Polres

News91 views

KABARMADURA.ID |  SAMPANG -Kendati sudah berjalan sekitar sebulan, proses penanganan hukum atas kasus tragedi tenggelamnya bocah usia 4 tahun di kolam renang Sampang Waterpark (SWP) tidak kunjung ada progres. Hingga saat ini, masih berkutat di penyelidikan Polres Sampang.

Kasi Humas Polres Sampang IPDA Sujianto mengaku, sudah melakukan upaya pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Hanya saja, tidak membeberkan terkait pihak mana saja yang sudah dimintai keterangan dan belum. 

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

“Masih dilakukan permintaan keterangan terhadap pihak-pihak yang ada kaitanya dengan peristiwa tragedi SWP ini, jadi masih penyelidikan,” ujarnya kepada Kabar Madura, Kamis (3/8/2023). 

Sementara itu, Penasehat hukum dari keluarga korban, Achmad Bahri mengungkapkan, pihak pelapor sudah dipanggil dua kali oleh pihak Polres Sampang. Akan tetapi yang bersangkutan tidak mau menghadap. Ketika ditanya, pihak pelapor bilang disuruh H. Toha yang merupakan pemilik SWP  agar jangan hadir lagi ke polres. Padahal pihak Polres masih menginginkan hadir untuk meminta keterangan lebih lanjut.

Baca Juga:  Partai Gerindra Rahasiakan Bakal Calon Jagoannya di Pilkada Pamekasan 2024

Meskipun pelapor sudah dipanggil dan tidak menghadiri, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak, lantaran  hanya sebagai Penasehat hukum. Namun dirinya memastikan kasus tersebut masih tetap berlanjut dan diproses oleh Polres Sampang. “Kami sebagai penasehat hukum, tidak bisa memaksa pelapor. Apakah selesai secara kekeluargaan atau berdamai, kami belum tahu. Tapi yang jelas, hingga saat ini belum ada pencabutan perkara,” terangnya.

Sementara itu, General Manager SWP Kabupaten Sampang Wendi belum bisa memberikan penjelasan soal kasus hukum tragedi SWP tersebut. Saat dihubungi melalui kontak pribadinya, dirinya berdalih masih berada di luar kota dan berdalih belum update perkembangan informasi kasus tersebut.

Baca Juga:  Disporabudpar Sampang sebut Ripparkab Jadi Instrumen Pemetaan Destinasi Wisata

“Mohon maaf, saya masih ada di luar, nanti saya hubungi lagi kalau sudah di Sampang,” kelitnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Marnilem melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Endah Nursiskawati mengaku, sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh Polres Sampang terkait fungsi instansinya.  “Kami memang sudah dipanggil sekali, dimintai keterangan, yakni terkait fungsinya,” paparnya.

Untuk diketahui, Kasus tragedi tenggelamnya bocah berusia 4 tahun di kolam renang SWP terjadi pada Jumat 30 Juni 2023. Korban meninggal merupakan bocah berinisial R asal Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan. Kasus tersebut sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Sampang dan masih berkutat dalam proses penyelidikan.

Pewarta: Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *