oleh

Penindakan ASN “Kampanye” oleh Bawaslu Menuai Kritik

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Penindakaan dugaan pelanggaran pemilu yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan beberapa pendidik di tingkat universitas, menuai kritik dari pengamat politik Surokim Abdussalam.

Menurutnya, ada yang dilematis dalam kategori pelanggaran pemilu 2019 ini. Pasalnya, pemilu yang seharusnya menjadi pesta bersama, seolah hanya jadi milik sebagian kelompok. Terutama dengan adanya regulasi pembatasan terhadap kelompok ASN untuk membicarakan pemilu dan objek dalam pemilu itu.

Dosen komunikasi politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut mengingatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), agar melihat sejauh mana keterlibatan ASN maupun pendidik dalam pelanggaran pemilu.

Sebab, terkadang banyak ASN tidak sengaja ikut menjadi partisipan. Seperti yang dicotohkan, pada penggunaan sosial media (sosmed), tanpa sengaja atau tanpa sadar melakukan like, follow akun pada paslon pemilu.

“Bawaslu harus bisa melakukan gradasi terhadap tingkat kesalahan para pelanggar pemilu. Termasuk temuan Bawaslu adanya keterlibatan dosen UTM yang ikur kampanye,” tutur Surokim.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Ahmad Mustain Saleh mengatakan, pihaknya telah menindak dan menginvestigasi pelaku yang diduga maupun yang sudah terlibat pelanggaran kampanye, termasuk salah seorang dosen UTM yang di akun sosial medianya memuat konten salah satu pasangan calon (paslon) presiden.

“Kami sudah mencegah dugaan keterlibatan pelanggaran kampanye dengan menyurati kepala instasi yang terkait. Seperti keterlibatan dosen dari UTM, kami sudah menyurati rektor dan memanggilnya ke Bawaslu, lalu memberikan edukasi pemilu dengan melakukan investigasi,”  ujar Mustain.

Dari tiga kali investigasi Bawaslu Bangkalan, ditemukan dugaan keterlibatan kampanye oleh oknum pegawai Puskesmas Arosbaya, guru SMP negeri di Blega, Arosbaya dan Modung.

“Sudah kita investigasi semua yang kita tangani termasuk money politik pemberian sembako di Kota Bangkalan, Geger, Sepuluh oleh tim kemenangan paslon presiden,” pungkasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed