Penjualan Produk WMS Merosot, Pemkab Sumenep Diminta Aktif Bantu Pemasaran

(KM/IMAM MAHDI) PENUH HARAP: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep diminta terlibat aktif membantu pemasaran produk hasil Wirausaha Muda Sumenep (WMS).

KABARMADURA.ID | SUMENEP- Puluhan pengusaha muda yang tergabung dalam Wirausaha Muda Sumenep (WMS) saat ini mengaku mengalami kemerosotan dalam penjualan produk. Salah satu faktor yang dinilai menjadi penyebabnya yaitu Covid-19 yang masih mewabah. Produk yang bisa diproduksi dalam setiap minggu berkurang. Biasanya setiap minggu mampu memproduksi 50-100 produksi. Saat ini hanya bisa 30 produk yang dihasilkan per minggunya.

Koordinator Produksi Kaos Sahril Hidayat mengaku, keterlibatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sangat diperlukan untuk mendukung WMS. “Kami perlu support penyediaan pemasaran dari Pemkab,” katanya, Senin (7/3/2022).

Selain itu, ia mengaku bahwa saat ini jumlah orderan tidak menentu. “Kami harap Pemkab harus bergerak, dalam hal tersebut,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Manajer Konveksi WMS Muslimatul Lailiyah mengatakan, kemerosotan pasti terjadi pada WMS. Tetapi, saat ini berbagai kebutuhan masyarakat dilayani dengan baik. Jenis usahanya meliputi songkok, pakaian, kaos serta bordiran. “Dalam setiap harinya kita tetap produksi untuk persediaan,” bebernya.

Ia juga mengatakan, ada 35 orang yang bekerja di WMS. Meliputi; bordir 3 orang, kaos 18 orang, songkok 7 orang, dan pakaian 6 orang. Pihaknya juga melayani pemesanan secara online. “Kami harap pemerintah juga membantu kami dalam hal pemasaran,” tegasnya.

Di lain tempat, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM PP) Sumenep Chainur Rasyid memilih irit bicara ketika ditanya tentang pemasaran produk WMS. “Maaf belum bisa jawab. Kami sibuk, Mas,” jawabnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.