oleh

Penolakan Pasien Bersalin Disimpulkan karena Bidan dan Kakunya Pelayanan

KABARMADURA.ID, Sampang -Akibat penolakan pasien bersalin peserta BPJS di RS. Nindhita, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang menyimpulkan ada yang kurang dalam pelayanan rumah sakit. Sehingga perlu membina semua bidan di Kabupaten Sampang.

Evaluasi tersebut diketahui setelah Dinkes Sampang menggelar pertemuan antara pihak rumah sakit, Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), bidan praktik mandiri dan pihak BPJS.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi mengatakan, adanya beberapa keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di RS. Nindhita, diakuinya memang ada yang kurang baik.

Sebab, dalam memberikan pelayanan, tenaga medis yang di rumah sakit swasta tersebut berpegang teguh pada norma. Padahal, harus menyesuaikan dengan kondisi setempat.

“Dalam memberikan pelayanan harus menyesuaikan dengan karakter masyarakat Madura yang meminta untuk dilayani, paling tidak disentuh dan ditanyakan terlebih dahulu, sehingga masyarakat puas karena sudah dilayani. Fasilitas di rumah sakit itu kayaknya masih melihat normanya, tidak boleh lah,” ungkapnya, Kamis (15/10/2020).

Bahkan jika pasien tersebut nantinya tidak bisa diklaimkan ke pasien BPJS, terpenting ada pelayanan terlebih dahulu. Karena, bagaimanapun caranya, substansi yang membuka pelayanan itu harus sepenuhnya bekerja.

Sehingga, jika dokter penanggung jawab pasien BPJS bersalin tidak bisa memberikan pelayanan terhadap masyarakat karena berhalangan atau bepergian, seperti yang sudah terjadi, harus dicarikan dokter pengganti.

“Waktu itu dokter pengganti bersalin sudah ada, tetapi tidak terdaftar di BPJS, sehingga secara administrasi tidak bisa diklaimkan ke pasien BPJS,” imbuhnya.

Menyikapi adanya penolakan pasien BPJS di RS. Nindhita dan justru diarahkan ke rumah sakit lainnya, dia menyarankan agar tetap ada pelayanan, sehingga jika semuanya sudah stabil, pasien ditawarkan bagaimana administrasinya.

Adapun kesimpulan yang dapat dipetik dalam kegiatan mediasi antara pihak DKR, direktur RS. Nindhita, bidan praktik, dan pihak BPJS cabang Sampang, ada dugaan karena kurangnya komunikasi dan kesalahpahaman. Sebab, yang diinginkan masyarakat dilayani, bukan diarahkan.

Dengan kejadian tersebut, pihaknya sudah menurunkan tim untuk menilai dan mencari tahu secara riil di RS. Nindhita. Sehingga jika ada temuan, akan diberikan teguran dan pembinaan dengan cara mengingatkan kembali melalui surat untuk mematuhi aturan-aturan yang ada

Selain itu, cara dalam memberikan pelayanan, agar masyarakat tidak merasa ditolak, harus diperbaiki. Seperti tatacara melayani yang baik, misal menanyakan status pasien terlebih dahulu, kemudian beranjak perbincangan pembiayaan dan komunikasi antara pelaksana di bawah dengan rumah sakit.

“Saat ini tim kami lagi proses, sehingga jika ada temuan kurang baik, akan diberikan teguran,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RS. Nindhita Sampang, dr. Turah menyatakan bahwa pihak RS tidak menolak pasien tersebut. Sebab, waktu dokter yang mempunyai tanggung jawab pasien BPJS tidak ada, sehingga diarahkan ke RSUD.

“Sebenarnya karena tidak ada komunikasi sebelumnya, seandainya dari bidan praktik mandiri itu ada komunikasi, pasien itu tidak mungkin ke sini,” singkatnya. (mal/waw)

 

Komentar

News Feed