Penonton Karapan Sapi di Bangkalan Membludak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) BERKERUMUN: Tidak sedikit penonton karapan sapi di Stadion RP Mohammad Nor Bangkalan mengabaikan protokol kesehatan (protkes) dengan tidak menggunakan masker.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Pembatasan penonton pada pagelaran karapan sapi, ternyata tidak sesuai rencana. Kegiatan tersebut diserbu warga. Akibatnya, batasan 1.000 penonton sesuai protokol kesehatan (protkes) Covid-19 terkesan terabaikan. Bahkan tidak sedikit penonton yang tidak menggunakan masker hingga berada di atas stadion. Kondisi itu terlihat pada kegiatan karapan sapi, Stadion RP Mohammad Nor, Minggu (21/11/2021).

Namun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan terkesan mengabaikan penerapan protkes dari adanya kegiatan tersebut. Bahkan mengklaim sudah sesuai dengan protkes. “Kami sudah mewajibkan memakai masker, menjaga jarak dan sudah divaksin,” klaim Kepala Disbudpar Bangkalan Muhammad Hasan Faisol.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dari awal sudah berupaya seoptimal mungkin untuk menerapkan pembatasan penonton dari adanya kegiatan tersebut. Sehingga tidak membuat kerumunan. Bahkan, bagi penonton yang tidak bisa menunjukkan surat vaksinasi atau belum divaksin dilarang masuk ke pelaksanaan karapan sapi.

“Selain penonton, kami juga membatasi peserta lomba. Hanya sebanyak 48 kuota yang mengiringi 24 orang pendukung tim dan 50 persen penonton dari kapasitas lapangan,” jelasnya. \

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Mohni yang membuka acara karapan sapi. Menurutnya, setiap pintu masuk stadion telah disiapkan petugas untuk melakukan pemeriksaan vaksinasi penonton. Bahkan membantah adanya penonton yang tidak menerapkan protkes. Sebab, kegiatan tersebut sudah dikonsep secara matang.

“Karena itu, perhelatan karapan sapi ini tetap kami laksanakan dengan menerapkan protkes. Bagi penonton yang tidak bisa masuk stadion, karena kapasitas yang dibatasi. Bahkan kami sudah wanti-wanti agar masyarakat  tidak memaksakan diri untuk datang langsung ke stadion hingga menyebabkan kerumunan. Karena perhelatan akbar itu bisa ditonton melalui streaming youtube,” responnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *