oleh

Pensiun dari Polisi, Sukses Jadi Pengusaha Minuman Segar

Kabarmadura.id/SAMPANG-Karnadi adalah pensiunan polisi yang tidak lelah beraktivitas. Di usia senjanya, masih mengisi waktu dengan menggeluti usaha berbagai macam minuman. Di antaranya, minuman susu kedelai (sule) dan Sinum.

Siapa sangka, dari jenis usaha warga yang berdomisili di Jalan Imam Ghazali, Sampang tersebut, mampu mendapatkan berkah hingga bisa umrah bersama keluarganya. Pencapaian umrah dengan keluarganya, diakuinya adalah sukses yang tidak disangkanya sebelumnya.

Karmadi mulai mendalami usaha minuman cepat saji justru saat masih aktif di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tepatnya tahun 2015 lalu. Hal itu, diakuinya sebagai salah satu bekal mengisi waktu saat pensiun. Kala itu, minuman yang dipelajarinya berupa cappucino cincau (capcin).

Usai pensiun yang sejatinya menjadikan Karmadi lepas kerja, nyatanya, kesibukannya bertambah. Itu terjadi, karena usahanya yang awalnya diniati hanya untuk mengisi waktu luang saat pensiun, justru berkembang pesat.

Perkembangan dirasakan Karmadi saat dirinya menambah produk usaha minumannya, dari sebelumnya hanya capcin, juga mengembangkan produk minuman yang dinamai Raja Sule (susu kedelai) dan sinom.

“Alhamdulillah, yang banyak pemesannya malah susu kedelai dan sinom. Dulu saat saya masih jadi polisi, memang sudah membuat produk ini, tapi tidak maksimal,” ungkapnya, Kamis (6/8/2020).

Kunci berkembang pesatnya usaha yang dikembangkan Karmadi, diakuinya karena dirinya sejak awal meniatkan usaha yang dijalani sebagai ibadah. Sebab, selama 38 tahun mengabdi sebagai polisi belum bisa melakukan umrah.

Usaha Karmadi awalnya adalah usaha rumahan, hanya dia dan istrinya yang menjalankannya. Kini Karmadi sudah dibantu dua karyawan yang membantu pengolahan, seiring dengan meningkatnya permintaan pelanggan.

“Latar belakang saya adalah keluarga pedagang. Saat sekolah SD saya jual es lilin, dan jadi polisi ini hanya kebetulan, dan umur saya sekarang sudah  63,” imbuhnya.

Setiap harinya, lebih dari 150 botol produk sule dan sinom yang terjual. Dengan jumlah tersebut, Karmadi menceritakan bahwa pendapatannya melebihi tunjangan pensiunan yang diterimanya setiap bulan. Kini, dua produk yang dipasarkan Karmadi, sudah berlabel yang resmi dari MUI dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang. (mal/bri/waw)

 

 

Komentar

News Feed