oleh

Pentingnya Sertifikasi Profesi di Dunia Kerja

Oleh: Noviani Sintia Duwi Trisna

 

Kesuksesan suatu bangsa tidak dapat diukur hanya berdasarkan pertumbuhan manusia. Namun, juga sejauh mana kemampuan kinerja serta daya saing yang dimiliki negara tersebut.

Untuk menciptakan daya saing, yang harus diperhatikan adalah bagaimana kualitas pendidikan nasional, terutama di bidang teknologi informasi (IT) sebagai alat penampung untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dapat dioptimalkan.

Apalagi, memiliki sertifikat profesional di bidang teknologi informasi (TI) sangat berguna bagi seseorang. Itu sebagai pengakuan keterampilan dan pengetahuan yang diminta oleh industri. Dalam kata lain, sertifikasi profesi bisa menjadi strategi marketing bagi seseorang dalam mencari kerja. Sertifikasi profesi bertujuan untuk memastikan atau meyakinkan kompetensi yang dimiliki seseorang yang telah didapatkan melalui pembelajaran, pelatihan, penataran, maupun pengalaman kerja.

Sertifikasi pada umumnya diberikan oleh organisasi atau asosiasi profesi yang mengetahui dengan pasti suatu kompetensi profesional dalam bidang tertentu. Sertifikasi yang diberikan organisasi atau asosiasi profesi memberikan jaminan atau pertanggung jawaban bahwa orang yang menyandangnya telah mendapatkan standar kompetensi tertentu. Kredibilitas suatu sertifikasi sangat ditentukan oleh organisasi atau lembaga pemberi sertifikasi.

Di Indonesia ada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang mengawasi konsistensi dan kredibilitas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang memberikan sertifikat atas suatu profesi atau kompetensi tertentu. BNSP akan memberikan lisensi kepada LSP yang dianggap kredibel untuk memberikan sertifikasi.

Adapun manfaat dari memiliki sertifikasi, yakni berupa nilai tambah bagi anda di hadapan perusahaan atau klien. Sertifikasi menunjukkan bahwa kompetensi anda telah dievaluasi dan disetujui oleh pihak ketiga. Dengan catatan, kredibilitas sertifikasi yang anda sandang sangat tergantung pada kredibilitas lembaga yang mengeluarkannya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mendapatkan sertifikasi profesi, yaitu, anda harus mengerti terlebih dahulu mengenai kompetensi yang akan membantu anda mendapatkan sertifikasi profesi dan pengertian dari kompetensi sendiri adalah gabungan antara pengetahuan, keterampilan dan attitude (sikap) seseorang. Bagaimana pengetahuan, keterampilan dan attitude anda dapat dilihat dari bagaimana cara kerja anda. Itu semua dapat diukur apakah anda berkompetensi atau tidak.

Untuk membuktikan bahwa anda memang mempunyai kompetensi dalam bidang yang anda geluti, anda perlu melakukan uji kompetensi. Uji kompetensi yang pada akhirnya akan memberikan hasil, apakah anda memang berkompetensi sebagai profesional atau tidak. Kompetensi dibuktikan dengan terbitnya sertifikasi dari lembaga pemerintah yang sah, dengan memiliki sertifikasi profesi, ini akan sangat meningkatkan nilai anda. Value anda secara kredibilitas akan meningkat dengan memiliki sertifikasi profesi.

Perlu diketahui sertifkikasi profesi memilki masa berlaku, karna hal itu, setiap seseorang yang memiliki sertifikasi profesi dalam bidangnya masing-masing wajib memperbarui secara berkala.

Di Indonesia ataupun luar negeri ada beberapa profesi yang dijamin membuat kantong tebal dan cerah di masa depan. Begitu banyak macam profesi yang dibayar mahal. Contohnya saja ahli teknik informatika, dengan kecanggihan teknologi dan dunia digital yang semakin berkembang di Indonesia ini, maka akan semakin banyak dibutuhkan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang handal

Seorang IT manager dalam industri teknik informatika rata-rata bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp16 -32,5 juta per bulan. Sementara seorang senior software developer atau software engineer bisa mendapatkan gaji sebesar Rp12–14 juta per bulan dengan pengalaman kerja lebih dari dua tahun. Sedangkan, untuk pemula saja minimal bisa mengantongi gaji Rp5-7 juta sesuai tingkat kemampuan dan keahlian yang dimiliki dan tentunya memiliki sertifikasi profesi terdahulu.

Adapun contoh kedua, misalnya saja agen asuransi jiwa yang terbukti menghasilkan pendapatan bagi yang merintis dengan serius. Di masa depan, kebutuhan agen asuransi makin tinggi sejalan dengan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Tugasnya bukan sekadar jualan produk asuransi, tapi juga sebagai konselor dalam perencanaan keuangan nasabah. Agar lebih afdol, agen asuransi harus memiliki sertifikasi profesi yang diterbitkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Mereka harus melewati pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi yang disebut Continuing Profesional Development (CFD).

Profesi ini cukup menggiurkan pendapatannya, lihat saja mereka yang gabung di Million Round Table (MDRT) Indonesia sudah pasti punya premi asuransi sebesar Rp500 juta per tahun.

Berikutnya profesi sebagai broker pasar modal yang pendapatannya bisa tembus di atas Rp500 juta per bulan ketika sedang bagus transaksinya, tapi tetap mensyaratkan punya sertifikasi sehingga orang bisa percaya.

Sedangkan yang tertarik dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bisa juga melirik profesi sebagai human resources (HRD). Karir akan semakin maju jika memiliki sertifikasi ke-HRD-an. Ini tak lepas dari tuntutan perusahaan dimana kinerja HRD berperan dalam performa karyawan. HRD tidak hanya mengurus administrasi saja, tapi juga paham core bisnis perusahaan dan pesaingnya.

Apakah cuma itu saja? Tentu masih banyak lagi, karena dunia kerja sekarang makin spesifik dan menuntut keahlian spesifik juga. Katakanlah, kalau mau jadi auditor sebaiknya kantongi juga sertifikasi. Bahkan mau jadi perawat pun ada sertifikasi yang diterbitkan National Council Licensure Examination Nurse Register (NCLEX-RN).

Itu baru sebagian lho. Sekarang ini memang zaman yang menuntut seseorang untuk membekali diri dengan sertifikat dari pada sekadar kejar gelar sarjana. Sebab yang dilihat dunia kerja itu keahlian bukan sekadar jenjang pendidikan. Ada begitu banyak lembaga yang memberikan sertifikat profesi. Jadi yang lagi cari kerja atau masih kuliah, coba deh pertimbangkan sertifikat beginian sebagai tambahan daya tawar saat mencari kerja.

Noviani Sintia Duwi Trisna, Mahasiswi Teknik Informatika

Universitas Muhammdiyah Malang

Komentar

News Feed