Penuh Keikhlasan, Annuqayah Batasi Pelayat

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep sedang berduka. Pengasuh Annuqayah Lubangsa Raya Puteri, Nyai Hj Nafisah binti Khalid isteri almarhum KH A Warits Ilyas wafat di salah satu Rumah Sakit (RS) Surabaya, Kamis (19/3) sekitar pukul 18.00 WIB.

Namun, yang patut diteladani dari keikhasan keluarga besar Annuqayah yang sedang berduka di tengah merebaknya virus Corona atau covid-19, yakni membatasi pelayat yang hendak datang ke Ponpes Annuqayah.

“Untuk takziyah malam ini (tadi malam, red) hanya dibatasi untuk keluarga dekat,” tutur Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk KH Moh Naqib Hasan.

Pembatasan bagi pentakziyah, tambahnya, dalam rangka mengantisipasi penyebaran covid-19. Bahkan, Ponpes Annuqayah sebelumnya juga sudah memutuskan membatasi wali santri yang hendak bertemu atau membesuk putera dan puterinya di lingkungan Annuqayah.

Pelaksanaan pemakaman Umi dari KH Muhammad Ali Fikri dan KH Muhammad Shalahudin yang meninggal di usia 66 tahun itu, rencananya akan dilakukan pada Jumat (20/3) pagi pukul 7.00 WIB.

Mengenai alumni Annuqayah dan masyarakat umum apakah diperbolehkan untuk ikut salat jenazah dan mengiringi penguburan, keluarga besar Ponpes Annuqayah masih belum bisa memastikan.

Terhadap keputusan keluarga besar Ponpes Annuqayah, salah satu alumni Ponpes Annuqayah Siswadi mengaku patuh terhadap keputusan keluarga besar Ponpes Annuqayah untuk tidak datang takziyah.

“Rencananya, sekarang (tadi malam, red) mau berangkat. Karena ada imbauan bahwa pelayat dibatasi, maka tidak jadi berangkat. Karena hal itu sudah keputusan keluarga besar Ponpes yang harus kami patuhi,” ujar Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Jogjakarta tahun 2009-2011 itu. (ong/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *