Penumpang Angkutan Umum di Madura Wajib Bawa Surat Sehat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) NGILU: Salah satu calon penumpang kapal ferry saat dilakukan tes swab di Pos Satpollair Polres Bangkalan, (14/6/2021).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Sepekan melakukan tes swab atau tes usap di Pelabuhan Kamal, tim Satgas Penanganan Covid-19 Bangkalan mendapatkan 17 orang dari 1.252 total penumpang yang dinyatakan reaktif Covid-19.

Salah satu penumpang kapal ferry, Sulaiman, mengungkapkan bahwa dirinya bekerja sebagai pemotong rambut di Gresik dan harus pulang sepekan sekali. Sehingga setiap hendak berangkat, harus melakukan tes usap.

Bacaan Lainnya

Meskipun dirinya belum bisa terbiasa dengan tes tersebut, Sulaiman tetap bersyukur, karena hasilnya selalu negatif.

“Saya sudah dua kali ini dites, karena surat yang sebelumnya hanya berlaku tiga hari. Hasilnya negatif, alhamdulillah” ucap lelaki 24 tahun itu.

Manager Usaha PT ASDP Eva Mardiany menyampaikan, para calon penumpang kapal ferry diminta menunjukkan surat hasil tes. Jika tidak ada, maka akan dites usap sebelum naik kapal.

Selain itu, Kasatpolair Polres Bangkalan AKP Arif D.J menuturkan bahwa selama sepekan, ada 1.252 penumpang yang sudah dites usap. Para penumpang didominasi warga yang berkerja di Surabaya.

Menurut mantan kasubbag Humas Polres Bangkalan tersebut, ada 17 orang yang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan tenaga kesehatan. Yang kemudian dilanjut isolasi dan perawatan intensif.

Sedangkan surat hasil swab yang dimiliki calon penumpang, berlaku tidak lebih dari tiga hari.

“Yang positif saya rasa masih minim, jika dilihat dari jumlah penumpang yang ribuan,” terangnya.

Tak hanya melakukan penyekatan di tiga titik di Bangkalan, akses Suramadu, Pelabuhan Kamal dan  perbatasan Kecamatan Arosbaya, kini di Terminal Bangkalan juga diterapkan penyekatan terhadap penumpang bus.

Kebijakan baru itu diterapkan Polres Bangkalan yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur dan Dishub Bangkalan. Penumpang bisa masuk ke dalam bus jika memiliki surat bebas Covid-19 atau surat perjalanan dari RT/RW tempat tinggal maupun surat kerja.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bangkalan AKP Abdul Aziz Sholahuddin menyampaikan, razia yang dilakukan pada Senin (14/6/2021) tersebut, tidak ditemukan penumpang tanpa surat bebas Covid-19. Jika ditemukan, harus menjalani rapid tes antigen di tempat yang dilakukan tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan.

“Kami ingin memastikan selain penyekatan, bahwa transportasi umum harus membawa penumpang yang benar-benar sehat,” tuturnya.

Langkah menanggulangi penularan Covid-19 itu juga dilakukan dengan mengimbau perusahaan otobus (PO) bus agar penumpangnya melakukan tes swab. Dalam penyekatan yang sudah berlangsung selama tiga hari berturut-turut itu, hasilnya, semua penumpang yang dites usap lantaran tidak membawa surat sehat, dinyatakan bersih dari Covid-19.

Untuk aturan penumpang yang bepergian karena bekerja, wajib mencantumkan surat kerja.

“Kalau penumpang bepergian selain bekeja, selain surat perjalanan pribadi yakni surat keterangan perjalanan dari RT/RW setempat maupun lurah,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil razia sejak Minggu (13/6/2021), dari 7 bus yang beroperasi di Terminal Bangkalan, ada 14 penumpang yang tidak membawa hasil rapid tes atau bebas Covid-19. Pemeriksaan swab antigen ditempat hasilnya non reaktif atau bebas Covid-19.

Sementara itu, satu pemuda asal Bangkalan terpaksa harus dipulangkan dan putar balik saat akan memasuki Sampang. Dia terdeteksi reaktif oleh Satgas Covid-19 Sampang di Jembatan Timbang, Kecamatan Jrengik, Sampang, lokasi penyekatan bagi warga yang akan masuk wilayah Sampang.

Laki-laki berinisial S itu terdeteksi sebagai warga Kelurahan Pejagan, Bangkalan. Dia dinyatakan reaktif setelah menjalani tes swab antigen

S dipulangkan dengan diantar mobil sigap petugas medis sampai Kecamatan Blega, Bangkalan. Selanjutnnya yang bersangkutan direkomendasi untuk mendapatkan penanganan khusus, yakni dilakukan testing, tracing dan treatment (3T).

Selanjutnya, adalah kewenangan Satgas Covid Bangkalan untuk menanganinya. Sebab, Satgas Covid Sampang diklaim sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid Bangkalan.

“Dia dihentikan karena melintas di areal Penyekatan. Sehingga diperiksa identitasnya. Termasuk harus menjalani tes swab antigen. Hasilnya ternyata reaktif,” ucap Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz.

Penyekatan sejak pukul 08.00 pagi tersebut dilakukan Satgas Covid, Urkes Polres Sampang, TNI, Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan Sampang dan sejumlah pihak lainnya.

Semua kendaraan dihentikan. Pengemudi dan penumpang diperiksa satu per satu. Mereka harus menunjukkan identitas untuk diketahui asal dan tujuannya. Selanjutnya, wajib menjalani tes swab antigen.

Dari 19 orang dites usap antigen. Hasilnya menyatakan 18 orang non reaktif Covid-19. Sementara satu reaktif Covid-19.  (hel/ina/man/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *