Penumpang Tanpa Vaksin di Terminal Butuh Pengawasan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) PERKETAT: Pelanggaran penumpang bus AKAP dan bus AKDP terkesan dibiarkan oleh pihak terminal dan pemerintah.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Penjagaan terhadap penumpang bus bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) wajib diperketat. Penjagaan yang  dikhususkan kepada penumpang yang tidak vaksin nampaknya masih belum berjalan maksimal.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Area Wiraraja Sumenep Handoko Imam Hanafi mengutarakan, semua penumpang di luar terminal bukan tanggung jawabnya. Sehingga ketika ada yang tidak vaksin tanpa pemeriksaan itu sudah bukan kewenangannya.

“Jika di dalam terminal itu tanggung jawab terminal dan jika di luar bukan urusan kami,” ucap dia.

Dia mengatakan, secara aturan tidak boleh. Tetapi, mau bagaimana lagi terkadang pemilik bus khawatir tidak ada penumpang.

“Kami repot dan tidak berdaya jika ada hal seperti itu. Tapi, yang terpenting sudah berusaha menertibkan,” paparnya.

Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, penumpang tanpa sertifikat vaksin Covid-19 akan terus dilakukan penjagaan ketat. Pihaknya meminta agar masyarakat mematuhi apa yang sudah menjadi aturan.

“Mengangkut pada orang yang tidak penuhi persyaratan berarti salahnya pemilik bus, kenapa kok dikasih” ujarnya.

Polres berjanji akan melakukan penjagaan secara ketat terhadap yang belum vaksin. Pihaknya meminta kepada pemilik bus dan terminal agar tidak menyepelekan soal kartu vaksin itu.

“Kami harap semua penumpang bus wajib vaksin, jika tidak maka akan sulit dalam hal apapun,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kartu vaksin sebagai dokumen perjalanan dikecualikan bagi pelaku perjalanan dengan kepentingan khusus medis yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dari dokter spesialis.

Namun, pelaku perjalanan yang tidak/belum divaksin karena alasan medis tetap harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.

Reporter:Imam Mahdi

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *