Penundaan Asesmen Nasional Dirasa Lebih Bermanfaat bagi Sekolah dan Siswa

  • Bagikan
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BUKAN ARAL: Ditundanya AN dinilai tidak menjadi masalah bagi siswa. Sebab, bukan penentu kelulusan.

KABARMADURA.ID – Ditundanya Asesmen Nasional (AN) diklaim tidak akan mempengaruhi kelulusan siswa. AN disebut merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh jenjang pendidikan, sehingga bisa memotret input proses, hingga output satuan pendidikan. Selanjutnya menjadi bahan evaluasi dari jenjang pendidikan yang dimaksud.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cab Dindik) Jawa Timur (Jatim) di Sumenep Syamsul Arifin dan Kepala Seksi (Kasi) Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Cabang Disdik Jatim di Bangkalan Moh Fauzi sepakat dengan hal itu.

Hal senada disampaikan tiga kepala dinas pendidikan di Madura, yakni Disdik dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Disdik Bangkalan dan Sumenep

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini mengatakan, penundaan AN tidak bermasalah bagi siswa, sebab itu hanya sebagai penilaian sekolah. AN juga alat untuk mengukur satuan pendidikan dan akan menjadi mutu penilaian satuan pendidikan.

Pengganti Ujian Nasional (UN) untuk lembaga pendidikan sekolah menengah atas (SMA) hingga sekolah dasar (SD) itu, rencana awalnya akan dilaksanakan Maret 2021. Namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunda pada September-Oktober 2021.

AN menggunakan sistem sampling sebagai instrumennya. Dengan begitu, tidak semua siswa menjadi peserta. Atas dasar itulah, Zaini menyatakan bahwa untuk penilaian dari siswa berjalan sebagaimana mestinya, dengan menggunakan mekanisme yang ada.

Hal itu juga dipertegas Kasi PLK Cabdindik Jatim di Bangkalan, Moh Fauzi. Dikatakan bahwa AN Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) tidak akan mempengaruhi kelulusan siswa. Karena kelulusan biasanya menggunakan nilai rapor dan nilai ujian sekolah.

“Mudah mudahan dengan penundaan ini kita lebih siap dalam pelaksanaannya,” tutur Fauzi.

Kacab Dindik Jatim wilayah Sumenep Syamsul Arifin mempertegasnya dengan menyatakan, siswa sudah memiliki nilai rapor dari semester satu sampai semester enam, mengikuti ujian sekolah, dan memiliki sikap minimal baik.

Baca juga  Dievaluasi secara Nasional, Pendaftaran Program Prakerja Gelombang II Ditangguhkan

Kemudian perguruan tinggi tidak melihat hasil ujian nasional (UN) dan AN, tetapi ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Sedangkan asesmen nasional yang dinilai dari aspek numerasi, literasi, survei karakter dan survei lingkungan sekolah.

“Jadi, tidak berpengaruh terhadap para siswa yang hendak mau masuk perguruan tinggi,” paparnya.

Sebenarnya, lembaga pendidikan sudah siap menggelar AN. Bahkan tanpa ditunda sekalipun, sekolah sudah siap. Sebab, sudah turun daftar nominasi sementara (DNS) bagi peserta yang terpilih mengikuti AN. DNS itu sudah masuk di sekolah masing-masing.

Sekolah juga sudah menyosialisasikan dua bulan lalu kepada siswa yang terpilih, karena daftar pesertanya diambil dari data pokok pendidikan (dapodik) secara acak.

Soal kesiapan itu juga ditegaskan Plt Kepala Disdik Sumenep Moh. Ikhsan. Dikatakan bahwa penundaan itu juga sangat bermanfaat bagi pihaknya untuk lebih mematangkan persiapan AN.

“Saat ini masih mempersiapkan dan mengutus pada bidang untuk bersosialisasi terhadap masing-masing sekolah. Ada 30 siswa di setiap sekolah yang ikut AN” kata Iksan menguraikan tentang siswa yang akan menjadi peserta AN di Sumenep.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Bangkalan Jufri Kora. Sehingga kini masih menunggu.

“Kalau semisal siswa satu sekolah itu ada 200, ya yang diambil hanya 45. Karena AN ini kan untuk mengukur kualitas sekolah bukan sebagai patokan kelulusan,” jelas Jufri.

Selama ditunda ini, dia meminta kepada sekolah untuk tetap melakukan kegiatan pembelajaran seperti biasa. Agar meningkatkan kualitas pada saat AN nanti.

Plt Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep Zainurrosi juga tidak bermasalah dengan ditundanya AN. Selain karena kebijakan pemerintah pusat, dia memprediksi karena butuh persiapan yang lebih matang.

Baca juga  Dapat Biaya Operasional; Sekda Sebut Terminal Kargo Tak Bisa Dimanfaatkan

“UN dan AN sangat berbeda, UN objeknya pada di akhir sekolah. Sementara AN objeknya adalah siswa yang kelasnya ada di kelas tengah. Misalnya, jika Mts ada di kelas VII. Jika di MA ada di kelas XI,” ujarnya. (rul/imd/ina/waw)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan