oleh

Penunggak Listrik Tertinggi di Bangkalan Menumpuk di Lima Desa

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Sebanyak 49.743 lembar tunggakan senilai Rp4.4 miliar, menjadi dokumen piutang yang sampai hari ini masih disimpan kantor PLN Bangkalan. Jumlah dan nilai tersebut merupakan tunggakan masyarakat dalam pembayaran iuran listrik, yang selama ini belum berhasil tertagih.

Menurut Supervisior Pelayanan PLN Bangkalan Bramantya, tunggakan listrik didominasi pelanggan rumah tangga. Bahkan ada pengguna rumah tangga yang menunggak hingga 100 bulan.

“Tunggakan didominasi oleh pemakai rumah tangga, dan itu bervariasi ada yang satu sampai dua bulan bahkan ada yang sampai 100 bulan nunggak dan itu mungkin terbesar di Indonesia,” jelasnya di kantor PLN Bangkalan, Senin (15/4).

Bahkan yang menunggak hingga 100 bulan mencapai 60 rumah tangga. Mereka tersebar di 5 desa,  antara lain Desa Jaddih dan Desa Parseh Kecamatan Burneh, Desa Socah Kecamatan Socah, Desa Tragah Kecamatan Tragah dan Desa Bilaporah Kecamatan Socah.

Dengan besarnya nominal tunggakan listrik, kata Bramantya, saat ini pihaknya sedang memikirkan berbagai solusi untuk mengatasinya. Sebab, sebelumnya berbagai upaya telah dilakukan Unit Pelayanan PLN Bangkalan namun gagal, mulai sosialisasi, turun ke lapangan, bahkan sampai mengganti layanan listrik konsumen, dari pascabayar menjadi prabayar.

“Untuk yang tunggakan begitu besar kami mencoba dengan cara mengganti KW meter dari pascabayar ke prabayar. Dan pembayaran itu bisa dicicil,” jelasnya.

Pihak PLN sudah sering melakukan sosialisasi terkait penggunaan dan pembayaran. Namun terkait masih banyaknya yang menunggak, diperkirakan karena terpengaruh pola fikir sebelum-sebelumnya.

“Kami sering melakukan sosialisasi bahkan menggandeng dari pihak kepolisian dan surat kabar terkait sosialisasi pemakaian,” pungkasnya. (km46/waw)

Komentar

News Feed