oleh

Penurunan Angka Stunting di Sumenep Capai 18,2 Persen

Kabarmadura.id/Sumenep-Penderita stunting di Kabupaten Sumenep mengalami penurunan yang cukup signifikan. Selama lima tahun terakhir penurunan kasus stunting mencapai 18,2 persen. Dari angka 52,5 persen pada 2013 menjadi 34,3 pada 2018. Angka penurunan tersebut paling tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten/kota di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Agus Mulyono menyampaikan, penderita stunting hingga saat ini sudah mulai mengalami penurunan. Namun, dirinya mengakui penurunan tersebut belum 100 persen. Meski demikian, dirinya sudah melakukan pencegahan pada penderita stunting termasuk program-program sosialisasi dan lain sejenisnya.

“Angka stunting di Sumenep sudah mengalami penurunan. Namun, belum 100 persen,” katanya, Minggu (1/12/209).

Dijelaskan, penderita stunting disebabkan makanan yang dikonsumsi tidak baik bagi kesehatan, dan kekurangan gizi termasuk juga penyebabnya.

“Stunting mencerminkan kekurangan gizi kronis selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak,” paparnya.

Dijelaskan, umumnya bagi seorang anak yang mengalami kurang gizi kronis, proporsi tubuh akan tampak normal, namun kenyataannya lebih pendek dari tinggi badan normal untuk anak-anak seusianya.

Kondisi stunting sudah tidak bisa ditangani lagi bila anak memasuki usia dua tahun. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya stunting pada anak, ibu perlu mengonsumsi asupan gizi yang layak, terutama selama masa kehamilan hingga anak lahir dan berusia 18 bulan.

“Pada dasarnya, kelangsungan hidup dan kesehatan anak tidak dapat dipisahkan dari kesehatan Sang Ibu sendiri,” ujarnya.

Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mampu menurunkan angka balita penderita stunting selain melalui inovasi program penanganan dan pencegahan juga didukung adanya kumpulan data sebagai rujukan daerah sasaran.

“Langkah pemaksimalan penanganan stunting di Kabupaten Sumenep akan terus dilakukan. Sehingga, komitmen ikut mewujudkan generasi sehat yang unggul dapat tercapai,” harapnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan mengenai data di Provinsi Jawa Timur Bahwa, ada 12 kabupaten di Jatim yang angka stuntingnya masih tinggi, yaitu Sampang, Pamekasan, Bangkalan, Sumenep, Jember, Bondowoso, Probolinggo, Nganjuk, Lamongan, Kabupaten Malang, Trenggalek, dan Kediri. (imd/pai)

 

Komentar

News Feed