Penurunan Target PAD Kabupaten Sumenep Tembus Rp4 Miliar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) TERDAMPAK: Meskipun pasar beroperasi di masa mewabahnya Covid-19, tetap retribusinya tidak maksimal.

KABARMADURA.ID/ Sumenep –Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumenep resmi menyepakati penurunan target pendapatan asli daerah (PAD) yang dibebankan ke masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Penagihan BPKAD Sumenep Suhermanto mengungkapkan, wabah Covid-19 berdampak pada penurunan pendapatan pajak daerah. Bahkan, dari hasil evaluasi pada triwulan pertama, pendapatan pajak daerah tidak mencapai target.

Bacaan Lainnya

Sebab, PAD yang direncanakan sangat menunjang, misalnya seperti layanan kesehatan dan pendapatan yang bersumber dari pasar, meskipun tetap berjalan tetapi tidak maksimal. Sehingga penurunan tembus sampai kurang lebih Rp4 miliar.

“Biasanya, ketika tidak ada wabah, kan layanan kesehatan misalnya yang membesuk itu juga terhitung kan biasanya, termasuk BLUD tidak terserap. Padahal dalam perencanaan keduanya yang paling menunjang mencapai target,” katanya, Selasa (10/11/2020).

Sementara yang paling produktif, kata Suhermanto, atau yang paling menunjang, adalah pajak parkir RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep yang berkontribusi positif, selanjutnya dari pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang mencapai kontribusi hingga100 persen.

Pendapatan pajak selama mewabahnya Covid-19 memang sempat melumpuhkan pendapatan, meskipun rinciannya bervariasi. Ada yang penurunannya mencapai 50 persen, sementara untuk menjelang akhir tahun ini sudah diberikan sedikit kelonggaran mengadakan kegiatan maka pajak hotel kembali efektif.

“Terutama dua hotel berbintang itu, dampaknya terhadap pendapatan sangat menunjang, itu kan masuk di retribusi kami, maka sampai sekitar 90 persenan dari target yang ditetapkan, sementara saat ini ada penurunan, secara nasional tidak hanya di Sumenep,” imbuhnya.

Dia merinci, penurunan dari sebelumnya ditargetkan Rp33 miliar, kini berubah menjadi  Rp28 miliar, yang saat ini sudah terserap 77 persen.

“Dan kami tidak bisa memastikan atau memprediksi mencapai target, tapi akan dimaksimalkan. Salah satunya melakukan evaluasi dengan OPD terkait,” pungkasnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *