Penutupan Tambak Udang Ilegal, Satpol PP Sumenep Sebatas Gertak Sambal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) HANYA JANJI: Tambak yang tidak berizin yang mencemari lingkungan masih belum ada hasil.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Janji Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep  untuk menutup paksa tambak udang ilegal hanya sebatas gertak sambal. Pasalnya, tambak udang yang mencemari lingkungan di Pantai Lombang Kecamatan Batang-Batang tak kunjung ditertibkan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep Purwo Edi Prasetia mengatakan, pada Senin (21/12/2020) sudah melakukan investigasi di lapangan. Namun, tidak ada hasil. Kemudian, diagendakan pada awal Januari juga tidak ada hasil.

Bacaan Lainnya

“Kami selalu kelapangan (pantai lombang). Namun, belum ada hasil lagi. Para pengusahanya tidak ada,” katanya, Minggu (10/01/2020)

Dia kembali berjanji akan melakukan investigasi kembali pada akhir Januari. Menurutnya, saat ini menunggu perintah dari Pemerintah Kabuten (Pemkab) Sumenep. Yakni, pihak perizinan serta bupati. “Karena selalu gagal. Kami akan senantiasa merencanakan kembali sesuai petunjuk bupati,” ucapanya.

Dia berjanji akan secepatnya melakukan investigasi lanjutan. Sehingga, tidak membahayakan bagi keselamatan lingkungan kedepannya. Masih ada 7 tambak yang tidak berizin masih menjadi incaran kami,” paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ernawan Utomo mengatakan, tambak udang tersebut sudah tidak ada masalah. Sebab, outletnya sudah ditutup, tambak yang berizin Yakni CV Lombang Sejahtera dengan PT Darwin Nusantara. “Selain yang yang berizin, yang tidak berizin juga banyak mencemari,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini sudah dilakukan pembinaan terhadap tambak yang tidak berizin. Sehingga, dirinya berkomitmen dengan pihak perusahaan, bahwa jika dalam waktu dekat tetap tidak ikut aturan dan tidak mengikuti aturan. Maka, akan mengambil langkah selanjutnya. Misalnya menutup sementara atau ditutup selamanya. “Tapi, insya Allah aman. Tidak ada masalah lagi,” paparnya.

Sebelumnya, anggota komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, tim penegak perda hanya sebatas wacana di dalam penindakan terhadap tambak udang di Pantai Lombang. Indikasinya, berbulan-bulan masalah tambak tak kunjung selesai. Padahal, uji lab sudah jelas. Namun, informasi masih lambat. “Bukan hanya wacana. Tetapi bukti yang dapat menentukan semuanya,” pungkasnya (imd/mam)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *