oleh

Penyaluran BLT Kemensos Abaikan Physical Distancing

Kabarmadura.id/Sampang/KEDUNGDUNG-Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) melalui Kementrian Sosial (Kemensos) di Kecamatan Kedungdung, menuai kritik. Bukan karena data penerima yang tidak valid, akan tetapi, penyaluran yang dilakukan secara serentak itu tanpa memperhatikan imbauan physical distancing.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengatakan, pihaknya merasa kaget lantaran pemerintah daerah memilih opsi melakukan pendistribusian BLT Kemensos secara serentak. Padahal, pemerintah pusat telah memberikan imbauan agar tidak menggelar kegiatan apapun yang mengundang kerumunan orang.

Namun yang terjadi di Kabupaten Sampang, malah terkesan mengabaikan imbauan tersebut. Terbukti, penyaluran BLT Kemensos di Kecamatan kedungdung, tampak tidak memperhatikan physical distancing.

“Ternyata pendstribusian semacam ini serentak di 14 kecamatan, yakni tidak menerapkan phisical distancing,” ungkapnya, Kamis (21/5/2020).

Sejatinya, dirinya menyambut baik penyaluran bantuan yang bertujuan untuk membantu masyarakat. Namun, jika sistem pendistribusiannya dilakukan secara serentak dan tidak ada lagi menerapkan physical distancing sebagai pencegahan penyebaran Covid-19, maka akan sangat mengancam keselamatan warga.

Harusnya kata dia, kepala desa dan satgas pencegahan Covid-19 di kecamatan ikut andil dalam mengawal penyaluran BLT Kemensos agar tidak menyalahi protokol kesehatan. Terlebih saat ini Kabupaten Sampang sudah menjadi zona merah Covid-19, sehingga seluruh elemen masyarakat harus bekerja sama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saya harap tim satgas kecamatan, desa, termasuk kepala desa harus ikut mengawal. Sebab, kalau haya bapak camat yang mengkawal tidak akan nurut,” harapnya.

Sementara itu, Camat Kedungdung Arif Purna Hermawan mengaku, sebelumnya sudah menerapkan physical distancing dalam penyaluran BLT Kemensos tersebut. Bahkan pihaknya mengaku sudah mengatur jadwal desa untuk mengambil BLT Kemensos untuk menghindari kerumunan orang.

Namun, karena dari pihak Pos selaku tim yang mempunyai wewenang untuk pendstribusian BLT ini mengalami keterlambatan, sehingga mengakibatkan antrian saat penyaluran di kecamatan.

“Sebelumnya, sudah diterapkan physical distancing, namun saat dari Pos terlambat maka warga penumpuk, sebab dari jadwal pertama hingga jadwal berikutnya sudah berdatangan,” pungkasnya. (mal/pin)

Komentar

News Feed