Penyaluran BPNT di Sampang Diduga dalam Kuasa Mafia Sembako

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) BANSOS: Warga tidak bisa memilih kebutuhan bahan pokok di e-Warung di Kabupaten Sampang, hanya beras dan telur.

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Penyaluran BPNT di Sampang hanya berupa beras dan telur. Sesuai regulasi, penerima BPNT berhak menentukan komoditi yang dibeli. Sehingga tidak hanya dua pilihan yang disodorkan kepada masyarakat. Namun, faktanya di Sampang hanya dua pilihan tersebut.

Kondisi itu memunculkan dugaan ada bisnis pembelian sembako untuk masyarakat yang dikuasai pihak tertentu.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, diduga, pengkondisian dalam penyaluran BPNT sangat masif. Dugaan praktiknya, sejumlah kepala desa diwajibkan beli sembako kepada pihak tertentu, termasuk membeli telur yang menjadi salah satu pilihan untuk keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT.

“Yang saya tahu, hampir semua kepala desa, jalur pembelian berasnya sama. Sehingga tidak membeli dari pihak luar, ” kata salah satu narasumber yang menolak namanya dikorankan.

Diduga kuat, pembelian beras dilakukan kepada salah satu agen yang ditentukan, yakni salah satu pejabat teras di Sampang. Sehingga menjadi ajang bisnis.

Sayangnya, pihaknya enggan membeberkan siapa saja pejabat yang terlibat. Namun menurutnya, ada mafia beras BPNT di Sampang. Sehingga pedagang tidak bisa berjualan kepada kepala desa.

“Semua sudah masif mas. Tidak bisa diutak atik. Agen beras sudah tidak bisa diganti. Padahal semestinya hal semacam ini peluang kepada pedagang untuk berbagi rezeki, ” imbuh dia.

Tidak hanya beras, dikabarkan mafia sembako juga terjadi pada pembelian telur. Sehingga semua telur di Sampang sudah ada penyalur khususnya. Dampaknya, tidak semua peternak bisa menjual telur ke desa-desa.

Bahkan agen telur sudah dikuasai salah satu lembaga yang diberi jatah perdagangan telur. Jika mau menjual telur harus melalui oknum petugas tertentu. Sebab, pembelian telur BPNT diduga dimonopoli salah satu institusi di Sampang. Hal itu membuat pedagang dan peternak lain kesulitan menembus jalur penjualan.

“Sehingga wajar jika di Sampang hanya ada dua jenis bahan pokok yang disalurkan. Yakni beras dan telur. Tinggal dikalkulasi berapa ton beras jika BPNT direalisasikan se-Sampang. Termasuk pembelian telur,” pungkasnya

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan tidak berhasil ditemui di meja kerjanya. Bahkan berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak tersambung.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *