Penyaluran Dana Bergulir Terganjal MoU

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) TERGANJAL: Penyaluran pinjaman Dana Bergulir kepada masyarakat oleh Diskopindag Sampang belum bisa dilaksanakan, masih menunggu MoU dengan pihak bank.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Selama 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) setempat menyiapkan pinjaman dana bergulir sebesar Rp400 juta. Namun, anggaran itu tidak bisa disalurkan kepada masyarakat, karena masih menunggu Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak perbankan.

Kepala Diskopindag Sampang, Suhartini Kaptiati, melalui Kasi Fasilitasi Pembiayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Joko, membeberkan, selama belum ada MoU dengan pihak Bank Jatim Cabang Sampang selaku bank penyalur, maka dana bergulir itu otomatis tidak bisa disalurkan kepada masyarakat yang sudah mengajukan pinjaman.

“Kami sudah menerima tiga proposal pengajuan pinjaman dari masyarakat, bahkan sudah kita surve, tapi sampai sekarang belum bisa disalurkan kepada nasabah, karena masih menunggu MoU dari Bank Jatim,” ujar Joko saat dikonfirmasi Kabar Madura.

Dirinya menjelaskan, dana bergulir yang akan disalurkan tahun itu, merupakan dana hasil penarikan dari nasabah. Pada tahun 2020 instansinya berhasil menarik piutang dana bergulir sekitar Rp700 juta, maka Rp300 juta disetorkan ke Kas Daerah (Kasda) dan Rp400 juta disalurkan kembali kepada masyarakat untuk tambahan modal dalam mengembangkan usaha yang dijalankannya.

Untuk mendapatkan pinjaman dana bergulir tersebut, masyarakat harus mengajukan proposal kepada instansinya, setelah itu di surve kelayakannya. Sementara untuk besaran pinjaman di sesuaikan dengan usaha dan kemampuan membayarnya. Bahkan perorangan juga bisa mengajukan tapi harus memiliki usaha yang sudah jalan minimal dua tahun dengan batas maksimal pinjaman Rp150 juta.

“Tentu, kami lebih selektif dalam proses menyalurkannya dana bergulir ini, karena ini untuk pemberdayaan masyarakat,” ulasnya.

Seorang pelaku usaha di Sampang, Moh. Muhdi, (41), meminta pemkab tidak pilih kasih dalam menyalurkan pinjaman dana bergulir itu, jangan hanya orang yang memiliki kedekatan dengan pejabat yang bisa mendapatkan pinjaman itu, tetapi harus profesional dan selektif.

“Prinsipnya, Pemkab harus benar-benar profesional, harus merata tidak pandang bulu,  semua yang memenuhi persyaratan bisa mengakses pinjaman ini,” singkatnya.

Sementara itu, pihak bank Jatim cabang Sampang belum bisa dimintai keterangan, saat beberapa waktu lalu sempat didatangi ke kantornya, kebetulan yang bersangkutan belum bisa temui untuk dimintai keterangan terkait  MoU untuk penyaluran pinjaman dana bergulir yang tidak kunjung turun hingga sekarang. (sub/)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *