oleh

Penyaluran PKH Diduga Banyak Salah Sasaran

Kabarmadura.id/Sampang-Penyaluran bantuan sosial program keluarga harapan (Bansos PKH) di Kabupaten Sampang, ditengarai banyak yang salah sasaran, karena ada warga yang tergolong mampu masih mendapatkan.

Menyikapi hal itu, Dinas Sosial (Dinsos) Sampang melakukan pemasangan stiker bertuliskan ‘Keluarga Miskin’ sebagai tanda bukti kepesertaan di setiap rumah keluarga penerima manfaat (KPM) bansos kerakyatan tersebut.

Kepala Dinsos Sampang Moh. Amiruddin melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Erwin Elmi Syahrial berujar, sebelum melaksanakan pemasangan stiker itu, dirinya mengaku sudah berkirim surat ke semua camat untuk diteruskan kepada semua kepala desa (kades) di wilayahnya. Kemudian para pendamping berkoordinasi dengan para kades di wilayah tugasnya.

Menurut dia, pemasangan stiker itu bertujuan menumbuhkan motifasi kepada para KPM PKH, khususnya yang tergolong mampu dan tidak layak, agar secara sadar dan suka rela dapat berhenti dari kepesertaan. Pasalnya Bansos PKH itu diperuntukkan bagi warga miskin yang memiliki komponen.

“Jika memang tergolong orang mampu, ketika ditempel stiker ‘Keluarga Miskin’ ini, mereka menjadi malu dan mengundurkan diri dari kepesertaan,” ujarnya, Selasa (8/9/2020).

Dirinya membeberkan, proses pendistrubusian stiker sejatinya sudah dilaksanakan sejak Jum’at (4/9/2020) lalu, tetapi hingga kini proses pemasangan belum terpantau, karena masih menunggu laporan dari para pendamping. Meski begitu, pihaknya sesumbar setiap rumah KPM PKH akan ditempel stiker kepesertaan.

Di sisi lain, terdapat sejumlah desa di wilayah Kota Bahari yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) pada tahun 2021 mendatang. Oleh karena itu, harus dikoordinasikan dengan camat setempat, khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kesalahpahaman dan semacamnya.

Sambung Erwin, dalam stiker tersebut juga dilengkapi warning. Manakala stiker itu sengaja dicabut, dihilangkan dan dirusak, maka KPM yang bersangkutan dianggap keluar dari kepesertaan PKH. Pihaknya berjanji akan terus melakukan pemantauan dan monitoring secara berkala.

“Sampai sekarang ini, kami belum tahu progres pemasangan stiker ini, karena untuk desa-desa yang rawan, masih perlu dikoordinasikan lebih lanjut,” dalihnya.

Sementara itu, Koordinator Kabupaten (Korbab) PKH Sampang Nanang Muldiyanto menagaskan, pemasangan stiker itu dilaksanakan oleh Dinsos Sampang dengan melibatkan para tenaga pendamping.

Pihaknya berharap, pemasangan stiker segera selesai, sehingga kedepan tidak ada lagi tudingan terhadap PKH yang salah sasaran, karena setiap rumah peserta PKH itu sudah ditempel stiker.

“Jika ada KPM yang tergolong mampu dan tidak memiliki komponen lagi, kami minta segera ajukan gradusi mandiri,” singkatnya. (sub/pin)

Komentar

News Feed