Penyaluran PKH Plus di Pamekasan, 4 Kecamatan Terganjal Administrasi

(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF ) BANTUAN: Penyaluran PKH Plus di 4 kecamatan terganjal administrasi

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -PenyaluranProgram Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk lanjut usia (lansia) di 13 kecamatan sudah tersalurkan seratus persen, terkecuali di 4 kecamatan. Kendala penyaluran itu terganjal administrasi yang belum lengkap, sehingga sebagian penerimanya masih belum bisa menerima bantuan tersebut.

Koordinator Kabupaten  (Korkab) PKH Pamekasan Hanafi mengatakan, untuk total penerima PKH Plus di kabupaten yang berjuluk Gerbang Salam ada sebanyak 3.505 orang, tetapi dari total tersebut ada masih tersisa di 4 kecamatan yang tidak bisa disalurkan, karena faktor administrasi yang tidak lengkap.

“Masih ada 4 kecamatan yang belum tuntas 100 persen, tapi tidak banyak, di bawah 100 lah, belum tersalurkan, keseluruhan itu, karena kepemilikan dokumen yang masih difasilitasi ke capil (catatan sipil), beda nama karena pindah alamat, masih dimintakan surat keterangan,” paparnya, selasa (18/5/2021).

Bacaan Lainnya

Lebih rinci, dari 4 kecamatan yang belum tersalurkan itu di antaranya: Kecamatan Pegantenan 24 keluarga penerima manfaat (KPM), Kecamatan Proppo 45 KPM, Kecamatan Pamekasan ada 4 KPM, dan Kecamatan Waru tinggal 14 KPM, sehingga totol yang tidak tersalurkan ada 87 KPM.

Hanafi juga  menjelaskan, untuk penyaluran PKH Plus terbagi menjadi 4 tahap, pada setiap tahapnya diberikan bantuan sebesar Rp500 ribu, sehingga dalam setahun KPM bisa menerima bantuan sebesar Rp2 juta, yang anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur.

“Ada 4 tahap selama 1 tahun, jadi totalnya masing-masing 2 juta, jadi pertahap itu Rp500 ribu,” ulasnya.

Ditegaskannya, untuk KPM yang tidak dapat menerima PKH Plus sudah diadvokasi oleh pihaknya, agar sedianya bisa menerima PKH Plus, namun dari jumlah penerima tersebut ada 2 orang yang menolak untuk menerima PKH Plus, dengan alasan tidak mau mengurus segala administrasi yang menjadi persyaratan. Adapun bagi lansia yang sudah meninggal dan datanya masuk KPM PKH Plus, pihaknya tetap menyalurkan pada tahap pertama yang diberikan kepada ahli warisnya, sedangkan untuk berikutnya sudah diputus.

“Kami sudah bergerak mulai hari Senin kemarin, untuk diadvokasi bagi yang tidak lengkap dokumennya dikoordinasikan dengan Dispendukcapil, insya Allah minggu depan sudah ada progress, kecuali yang sudah mutlak tidak bisa disalurkan,” pungkasnya.  (rul/mam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.