Penyaluran Pupuk Bersubsidi Rawan Dimanipulasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) PUPUK SUBSIDI: Realisasi pupuk subsidi perlu diawasi agar diterima secara utuh oleh petani.

KABARMADURA.ID, Sampang -Penebusan pupuk subsidi kepada petani yang tergabung di kelompok tani (Poktan) diminta untuk dilakukan pengawasan yang ketat. Sebab, tidak menutup kemungkinan dalam penyaluran pupuk ada kongkalikong baik oleh distributor maupun kios.

Selain itu, dalam penyaluran pupuk petani harus terdaftar di elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Sehingga, bagi petani yang tidak memiliki kartu tani atau tidak terdaftar tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi.

Bacaan Lainnya

Namun, karena realisasi pupuk tersebut dikondisikan oleh kios, atau distributor setempat maka, dalam realisasinya harus diawasi, khawatir dalam realisasinya, pupuk yang didapat oleh petani tidak sesuai dengan jumlah ketentuan, bahkan khawatir tidak disalurkan.

Anggota komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Sampang Alan Kaisan menyampaikan, realisasi pupuk tersebut harus diawasi dengan serius, agar benar-benar diterima oleh petani yang terdaftar di e-RDKK tahun 2020.

Sebab, tidak menutup kemungkinan permainan akan terjadi, sehingga dirinya meminta kios-kios yang ditunjuk oleh pemerintah harus jelas alamatnya sehingga poktan tidak salah tempat untuk pengambilan pupuk subsidi.

“Realisasi pupuk harus diawasi agar betul-betul diterima oleh petani, dan terpenting jangan sampai ada permainan dalam penyaluran pupuk,” ungkapnya, Kamis (22/10/2020).

Selain itu, data formulir harus diisi oleh petani yang terdaftar di e-RDKK. Hal ini penting sebagai cara agar tidak ada manipulasi data. Selain, Alan menambahkan, kartu tani yang masih tertahan di kelompok tani, segera diberikan kepada petani, segera dilakukan pengisian saldo agar petani bisa melakukan pengambilan pupuk subsidi.

”Untuk formulir pengambilan pupuk segera disalurkan, termasuk kartu tani yang tidak aktif segera diaktifkan dan isi saldonya,” jelasnya.

Untuk memastikan pupuk tersebut tersalurkan ke patani, dan tidak ada permainan, dirinya meminta Dinas Pertanian (Dipertan) Sampang untuk menyediakan nomor pengaduan. Sehingga, ketika dibawah ada masalah atau ada penyaluran yang tidak sesuai, petani bisa mengadu tanpa harus datang ke dinas atau petugas yang ada di kecamatan.

“Dispertan harus menyediakan nomor pengaduan, agar terealisasi dengan benar, dan dinas juga harus mengawasi adanya kios-kios yang ditunjuk itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispertan Sampang Suyono menuturkan, bahwa realisasi pupuk subsidi tersebut dilakukan setiap bulan. Namun, untuk mengetahui jumlah pupuk yang sudah terealisasi ke petani pihaknya mengaku tidak tahu. Karena penyalurannya dilakukan oleh distributor atau kios yang dipilih oleh pemerintah.

“Disini ada 83 distributor, tapi untuk setiap desa tidak hafal, dan ada sebagian kios melayani satu sampai empat desa, karena kalau dibandingkan dengan jumlah desa harus ada 180 kios,” tuturnya.

Ditambahkan Suyono, selain itu untuk pengawasan tetap dilakukan oleh petugas yang ada di kecamatan, sehingga pengambilan pupuk subsidi tidak bisa diambil oleh orang lain tanpa menunjukan kartu keluarga (KK) dan formulir sebagai bukti bahwa terdaftar di e-RDKK.

Adapun untuk pengaduan, dirinya sudah mempersiapkan, sehingga jika petani ingin mengadu bisa ke petugas kecamatan, dan bisa menghubungi nomor 321032, dan setelah itu akan ditindak lanjuti terkait pengaduannya.

“Pupuk itu tidak bisa diambil orang lain, karena pemilik kios tidak akan melayani jika mereka datang tanpa membawa apa-apa,” imbuhnya. (mal/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *