Penyaluran Zakat Melalui Baznas Pamekasan Turun Drastis

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) DRASTIS; Pemberian zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pamekasam untuk tahun 2020 menurun drastis.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pamekasan, hanya mampu mengumpulkan infaq sebanyak Rp30 juta pada periode tahun 2020. Oleh karenanya, pendistribusian zakat kepada para penerima pada tahun ini diakui menurun drastis dibandingkan tahun 2019.

Hal itu sebagaimana disampaikan Oleh Ketua Baznas Pamekasan Zainullah Shomad. Menurutnya, pendistribusian zakat tahun ini sangat menurun.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan olehnya, zakat yang didistribsikan merupakan hasil pengumpulan dari jajaran pengurus Baznas Pamekasan, serta para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

“Kalau dalam aturan yakni infaqnya ASN yang dikumpulkan setiap bulan oleh masing-masing pengurus UPZ di setiap dinas,” ungkapnya, Senin (11/5/2020).

Dirinya mengungkapkan, penurunan infaq terjadi lantaran banyak pengurus UPZ yang telah pensiun. Selain itu, sistem gaji dari ASN yang sudah dikirim ke rekening masing-masing juga menjadi salah satu faktor pengumpulan infaq sangat menurun, sehingga berimbas terhadap pemberian zakat kepada masyarakat.

Diakuinya, dalam pendistrusian zakat hasil pengumpulan Baznas dibagi menjadi dua kategori. Pertama adalah konsuntif yang berupa pemberian sembako setiap kali puasa ramadan. Kemudian yang kedua adalah kategori pemberian zakat produktif yang berupa pemberian kambing kepada para penerima untuk kemudian dibudidayakan.

“Untuk yang produktif yang terdistribusi pada tahun 2020 sudah berkisar lebih  Rp200 juta jika dinominalkan,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Humas Baznas Pamekasan Asis Maulana, pada tahun 2020 akan didistribusikan sebanyak 1.600 paket sembako kepada 13 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Gerbang Salam. Kali ini kata dia, pendistribusian berbeda dengan tahun 2019, dimana sembako langsung dikirim ke setiap petugas di kecamatan. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diberikan ketika ada safari ramadan bupati dan wakil bupati.

“Disebarkan melalui tokoh-tokoh, sekarang kan sudah tidak ada acara resmi safari ramadan, itu dibagi sesuai dengan banyaknya masyarkat dimasing-masing wilayah,” pungkasnya. (rul/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *