Penyebab Banjir, Dua OPD di Sumenep Saling Tuding

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LANGGANAN: Setiap tahun pada saat musim hujan di daerah perkotaan Sumenep sering mengalami banjir atau terjadinya genangan air.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam mengatasi banjir dan genangan masih belum tuntas. Bahkan, dinilai nihil solusi. Langganan genangan pada setiap musim hujan menjadi bukti. Seperti saat ini genangan hampir setiap hari terlebih di daerah perkotaan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPRKP) dan Cipta Karya (CK) Moh. Jakfar melalui Kepala Bidang (Kabid) Penataan Bangunan dan Lingkungan Hery Gushendrawan mengatakan, genangan terjadi karena Sungai Marengan penuh. Sehingga air air ngendap dan saluran yang kecil tidak mengalir. Kemudian, sampah-sampah yang terus menyumbat saluran drainase. Sehingga terjadi banjir atau genangan air.

Bacaan Lainnya

“Genangan air atau banjir karena semua aliran sungai. Misalnya Jalan KH Mansur Jalan Kartini, Jalan Imam Bonjol, Giling yang semuanya aliran masuk pada kali Marengan. Sehingga terjadi genangan,” katanya, Rabu (24/11/2021).

Dikatakannya, pihaknya setiap hari rutin melakukan pembersihan agar tidak terjadi banjir atau genangan air. Sebanyak 30 personel saat ini sudah melakukan bersih-bersih di selokan serta di daerah saluran yang tersumbat.

“Solusi untuk mengatasi problem ini harus dilakukan pengerukan dimulai dari jembatan rantai Marengan sampai muara kali Marengan sampai Kalianget,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA) Sumenep Chainur Rasyid melalui Kepala Bidang (Kabid) Waduk Sungai Pantai Noer Lisal Ambiyah memiliki argumentasi yang berbeda. Bahwa terjadinya banjir atau genangan bukan karena Sungai Marengan. Buktinya, kalau hujan deras tidak ada air yang meluber. Sehingga banjir di perkotaan karena saluran drainase yang dikerjakan DPRKP dan CK tidak maksimal.

“Kalau banjir di perkotaan itu pasti karena drainase tidak normal,” ucap dia.

Pria yang akrab disapa Lisal itu menegaskan,  pihaknya sudah  membuktikan pada saat hujan lebat, melakukan cek lokasi. Bahwa tidak satupun sungai yang dikerjakan PU SDA penuh.

“Kami lihat aman-aman saja tidak ada sungai yang meluber,” tuturnya

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *