Penyebab Ditemukan, PLN Pastikan Listrik Madura Kembali Normal

(KM/IST IG: plndistribusijatim) BIANG PADAM: Tim transmisi PLN telah menemukan penyebab terganggunya SKTT 150 kV Ujung-Bangkalan.

KABARMADURA.ID | PAMEKASANPenyebab terganggunya saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) 150 kilovolt Ujung-Bangkalan telah ditemukan. Karena itu, aliran listrik ke Madura diperkirakan normal pada Senin (7/3/2022). Hal itu disampaikan Manajer Perusahaan Listrik Negara (PNL) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pamekasan Miftachul Farqi Faris.

“Jumat itu sudah ditemukan, sorenya hingga malamnya langsung ditangani oleh tim transmisi dari Surabaya,” ucapnya, Minggu (6/3/2022).

Namun, proses evakuasi di Jembatan Suramadu mengalami sedikit kendala karena hujan. Lokasi kabel digenangi air. Sementara menurut Farqi, kabel tersebut sama sekali tidak boleh terkena air. Karena itu, tim transmisi segara melakukan pengurasan air secara cepat. Sebanyak 150 personel dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi.

Bacaan Lainnya

Tim transmisi telah melakukan sambungan kabel yang mengalami breakdown. Sebab sebelumnya, kabel dari sisi Ujung terbakar yang berdampak pada breakdown pada kabel di sisi Suramadu. Namun, sebelum mengalirkan listrik ke Madura, pihaknya perlu melakukan beberapa kali pengujian. Dalam proses pengujiannya, kabel dimasukkan tegangan, namun tidak dibebani aliran listrik.

Namun menurut Farqi, sebagai upaya memenuhi kebutuhan daya selama masa recovery, pihaknya melakukan memobilisasi 12 unit genset mobile dengan daya mampu 14,2 megawatt ke gardu induk (GI) Sampang. Dengan beroperasinya genset mobile itu, akan mengurangi defisit daya. Sehingga, mengurangi dampak pemadaman bergilir.

Farqi menambahkan, sejak gangguan kelistrikan terjadi pada Sabtu (27/2/2022) lalu, telah mengakibatkan defisit pada beban sebesar 73,35 megawatt. Mulai dari kedatangan, pengawalan hingga pemasangan genset mobile, PLN melibatkan 32 personel yang didatangkan dari Surabaya.

Lebih lanjut Farqi menjelaskan, listrik di wilayah Madura disuplai dari Jawa. Saluran utamanya ditopang oleh dua kabel; dari Ujung ke Bangkalan dan dari Kenjeran ke Gili Timur. Dua jalur itu menyuplai sampai ke Sumenep. Gangguan yang terjadi saat ini terjadi pada satu kabel penghantar yang dari Ujung ke Bangkalan.

Sebagai langkah awal, PLN telah mendistribusikan 72 genset mobile dengan total daya 4.684 kilovolt ampere untuk rumah sakit, pondok pesantren, masjid, puskesmas, kantor polisi, koramil dan kantor pelayanan publik lainnya. Tidak hanya itu, PLN juga membagikan 4.950 unit lampu emergency kepada masyarakat terdampak pemadaman lampu.

“Kami posisinya tidak menunggu selesainya pengerjaan kabel. Tapi secara paralel, agar eskalasinya cepat dan mengurangi dampak padam, kami operasikan genset itu,” jelas Farqi.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.